Profil Direktorat

Direktorat Kesehatan Keluarga merupakan salah satu unit eselon II di bawah Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Ditjen Bina KESMAS). Direktorat Kesehatan Keluarga dipimpin oleh seorang Direktur (Eselon IIa) dan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga

2. Pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga;

3. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga;

4. Fasilitasi pengelolaan di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga;

5. Pelaksanaan kegiatan teknis berskala nasional di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga;

5. Pelaksanaan kegiatan teknis berskala nasional di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga;

5. Pelaksanaan kegiatan teknis berskala nasional di bidang kesehatan maternal dan neonatal, balita dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia reproduksi dan keluarga berencana, dan lanjut usia, serta perlindungan kesehatan keluarga;

Pengelompokkan uraian fungsi Direktorat Kesehatan Keluarga terdiri atas :

1. Kelompok substansi kesehatan maternal dan neonatal.

2. Kelompok substansi kesehatan balita dan anak prasekolah.

3. Kelompok substansi kesehatan usia sekolah dan remaja.

4. Kelompok substansi kesehatan usia reproduksi dan pelayanan keluarga berencana.

5. Kelompok substansi kesehatan pra lanjut usia dan lanjut usia.