Berita Lengkap

Menstruasi Saat Remaja: Pentingnya Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Remaja perempuan yang baru pertama kali menstruasi tentunya akan mengalami berbagai dinamika dan penyesuaian sampai dapat merasa nyaman dengan perubahan siklus hormon yang dialaminya. Mereka tergolong sebagai kelompok rentan mengalami gangguan saat menstruasi dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Selain akibat dari belum stabilnya hormon kewanitaan, pengetahuan tentang menstruasi kelompok usia ini relatif lebih terbatas dibandingkan pada usia yang lebih matang. Salah satunya adalah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan.

Tingkat pengetahuan tentang menstruasi pada remaja putri dipengaruhi juga oleh tingkat pengetahuan dan kebiasaan yang berlaku di lingkungannya. Meski menstruasi merupakan sebuah kejadian alami, namun budaya, kepercayaan, dan mitos seputarnya akan mempengaruhi sikap dan perilaku remaja perempuan saat menstruasi. Beberapa mitos tentang menstruasi di Indonesia antara lain tidak boleh keramas saat menstruasi, tidak boleh makan atau mengolah makanan tertentu, minum minuman bersoda untuk memperlancar menstruasi dan masih banyak lagi. Faktanya, minuman bersoda tidak berpengaruh terhadap mentruasi dan keramas dapat sedikit melegakan sakit kepala akibat adanya perubahan hormon saat sindrom pramenstrual serta menjaga kebersihan tubuh.

Lantas, apa saja hal yang harus kita ketahui dalam menjaga kebersihan daerah kewanitaan terkait menstruasi?

1. Mengganti pembalut minimal dua kali sehari

Kebanyakan remaja akan menggunakan pembalut sebagai absorban selama masa menstruasi. Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari. Hal ini wajib dilakukan guna mencegah kelembaban pada daerah kewanitaan. Daerah kewanitaan yang terlalu lembab dapat menjadi tempat bagi kuman untuk bertumbuh dan berkembang biak.

2. Langkah membersihkan daerah kewanitaan

Gunakan air yang mengalir untuk memberikan daerah kewanitaan. Setelah itu, keringkan daerah tersebut menggunakan tisu atau kain bersih dari arah depan ke belakang. Hindari melakukan seka ke arah sebaliknya karena dapat membawa bakteri dari anus ke vagina. Selain itu, pastikan area tersebut sudah dikeringkan dengan baik.

3. Hindari penggunaan sabun dan bahan yang mengandung parfum

Cukup gunakan air bersih untuk membersihkan daerah kewanitaan. Penggunaan sabun atau bahan lainnya yang mengandung parfum dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina. Penggunaan zat tersebut dalam jangka waktu yang panjang dikhawatirkan dapat menimbulkan iritasi pada area vagina.

4. Peran orang dewasa dalam memberikan edukasi pada remaja

Tidak semua remaja perempuan memiliki akses untuk mengetahui langkah menjaga kebersihan di area kewanitaan. Sebagai seseorang yang sudah lebih dulu mengenal siklus menstruasi, orang dewasa harus memberikan edukasi mengenai cara-cara menjaga kebersihan area kewanitaan.

Langkah perawatan ini tidak hanya perlu dilakukan oleh remaja perempuan saja, melainkan juga wanita dewasa. Jadi, tak ada salahnya jika pesan ini dibaca dan dipahami oleh semua kaum wanita. Dengan menjaga kebersihan kewanitaan, risiko terkena penyakit kelamin dapat dikurangi.