Berita Lengkap

Webinar Peringatan Hari Kartini Tahun 2021

Peran perempuan dalam sebuah rumah tangga dan keluarga sangatlah besar. Seorang perempuan dapat berperan sebagai anak, ibu, sampai menjadi nenek. Era pandemi ini membuat peran perempuan semakin terasa: pengasuhan dan pendidikan anak di rumah, pencegahan COVID-19, dan penyumbang ekonomi keluarga.

Pada peringatan Hari Kartini tahun 2021 ini, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI mengangkat isu pentingnya menjaga kesehatan perempuan pada tiga generasi. Dengan semangat Kartini, webinar yang diadakan membahas kesehatan pada masa hamil, kebutuhan dasar anak usia dini, remaja sehat, kesehatan di usia produktif, sampai kesehatan di masa senja. Webinar bertajuk Dengan Semangat R.A. Kartini, Kita Wujudkan Keluarga Sehat 3 Generasi ini diselenggarakan secara daring pada Rabu-Kamis, 21-22 April 2021.

Hari Pertama

Acara ini dibuka oleh sambutan dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, Ida Budi Gunawan Sadikin. Bagi Ida, perjuangan R. A. Kartini memotivasi perempuan Indonesia untuk turut meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan warnanya sendiri. Saya berharap setiap perempuan Indonesia dapat terus berperan aktif dalam menyebarkan semangat perjuangan Ibu Kartini kepada masyarakat, terutama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, ujar Ida.

Selanjutnya, PLT Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, turut menyemarakkan rangkaian perayaan Hari Kartini ini. Melalui tema yang diangkat, Kartini menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan keluarga yang sehat dari kesehatan diri sendiri, anak, dan cucunya. Perempuan juga harus dapat menjaga kesehatannya dan mempersipakan dirinya dalam menghadapi hari tua agar tetap sehat, mandiri, dan produktif, pesan Kartini. Pada sesi pertama webinar, dr. Erna Mulati, M.Sc., CMFM, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, membawakan materi Program Kesehatan Keluarga Menuju 3 Generasi Sehat. Menurut Erna, kesehatan harus diperjuangkan bersama-sama, dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, hingga pemerintah lintas sektor secara holistik. Pelayanan kesehatan perlu diberikan pada seluruh tingkatan usia dan fase kehidupan. Dalam seluruh tingkatan usia tersebut, pelayanan yang diberikan harus mencakup usaha promotif, preventif, deteksi dini, kuratif, dan rehabilitatif.

Tentunya, penguatan program pelayanan kesehatan masyarakat patut diterapkan di layanan primer dan rujukan. Fasilitas kesehatan primer akan memberikan layanan sesuai kebutuhan disertai upaya promotif untuk mencegah kesakitan dalam masyarakat. Rumah sakit juga diharapkan dapat memberikan penanganan cepat dan tepat pada masalah dan penyakit kronis sesuai tingkat rujukan. Kami berharap masyarakat memanfaatkan fungsi posyandu secara optimal sehingga pelayanan kesehatan untuk pencegahan primer dapat diperoleh, ujar Erna. Sesi Panel 1 Hari Pertama

Acara dilanjutkan dengan sesi panel 1 yang bertajuk Menjaga Kestabilan Mental di Usia Produktif. Dalam mengemban peran untuk mewujudkan kesehatan pada tiga generasi, seorang perempuan tidak hanya perlu menjaga kesehatan fisiknya, tetapi juga kesehatan mentalnya. Sesi panel ini dipandu oleh Marina Nurrahmani, M.Psi., Psi sebagai moderator.

Sebagai pemicu pada panel pertama, Dra. Dharmayati B. Utoyo Lubis, MA, Ph.D, Psi membawakan materi berjudul Menjaga Kesejahteraan Psikologis di Usia Pertengahan yang Produktif. Dharmayati menyebutkan, usia pertengahan (40-60 tahun) merupakan masa ketika seseorang mencapai pematangan kepribadian, puncak karir, dan kematangan hubungan sosial serta keluarga. Masa ini adalah masa yang paling baik untuk menyeimbangkan tanggung jawab kerja dan hubungan sosial, ujar Dharmayati.

Materi kedua dalam sesi panel pertama yang bertemakan Tetap Sehat di Usia Produktif dibawakan oleh Dr. dr. Sally Aman Nasution, Sp.PD-KKV, FINASIM, FACP. Sebagai perempuan Indonesia, kita perlu mempersiapkan banyak hal untuk menghasilkan generasi emas dan sehat. Pengobatan memang penting, tetapi pencegahan itu jauh lebih penting, buka Sally dalam paparannya.

Penurunan fungsi sistem organ seiring dengan bertambahnya usia akan bermanifestasi sebagai penyakit tidak menular (PTM). PTM yang dialami wanita berpotensi lebih berat daripada pria. Beberapa penyebab PTM adalah kurang aktivitas fisik, obesitas, merokok, alkohol, malnutrisi, dan diet yang tidak seimbang. Padahal, PTM tersebut dapat dicegah sejak usia anak dan remaja. Pencegahan dapat dilakukan dengan mencegah faktor-faktor penyebab PTM yang telah disebutkan di atas melalui gaya hidup sehat.

Sesi Panel Kedua Hari Pertama

Sesi panel kedua mengangkat tema Manajemen Keuangan Keluarga Menuju Hari Tua Bahagia. Tema ini sangat krusial untuk orang-orang yang sedang mempersiapkan masa senjanya, terutama bagi mereka yang tidak dapat bergantung pada uang pensiun. Panel ini dimoderatori oleh Dinar Kharisma, PhD.

Paparan materi dengan tema yang sama dibawakan oleh Aldini Pratiwi, S.Sos. Aldini menekankan bahwa hal pertama yang harus diketahui adalah tujuan finansial yang ingin dicapai. Beberapa tujuan finansial adalah (1) pertumbuhan aset; (2) kesejahteraan masa pensiun; dan (3) kebebasan finansial (financial freedom). Saya mengajak Bapak/Ibu untuk bekerja dan membeli aset sedini mungkin sehingga dapat memiliki penghasilan pasif di usia tua, pesan Aldini.

Rangkaian webinar hari pertama ditutup oleh penayangan video testimoni dari Hj. Ratna Habsari Marsoedi, seorang ibu berusia 67 tahun yang sedang menjabat sebagai Ketua Komunitas Lansia/Posbindu Dahlia Senja di Limo, Depok. Testimoni ini bertajuk Sehat, Bahagia, dan Nyaman Menikmati Hari Tua. Video ini mencakup pandangan Ratna mengenai semangat Kartini, perasaan yang ia rasakan, dan gaya hidup sehat yang perlu diterapkan.

Hari Kedua

Acara hari kedua dimulai dengan sambutan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, Mutiara Dante. Sesi dilanjutkan dengan Panel 1 yang dimoderatori oleh dr. Royaniwati Eka Singka, Sp.A. Panel 1 mengangkat dua tema yang dibahas oleh pakarnya, yakni tentang (1) Sehat, Lancar, Aman, dan Bahagia di Masa Hamil, Bersalin, dan Nifas dengan Peran Keluarga Kunci Utama oleh Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K) dan (2) Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini Menuju Generasi Unggul oleh Prof. Dr. dr. Soejatmiko, M.Si, Sp.A(K).

Acara dilanjutkan dengan Panel 2 yang dimoderatori oleh dr. Samuel Jolafat Olam, MPH. Panel 2 berisikan dua topik yang sangat relevan dengan anak usia sekolah dan remaja, yakni (1) Peran Teknologi Informasi Pada Kehidupan Anak Usia Sekolah oleh Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K) dan (2) Bersama Kita Wujudkan Remaja Sehat, Bahagia, Dan Berkarakter oleh Prof. Dr. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K).

Akhirnya, rangkaian acara webinar selama dua hari ini dirangkum oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, Dedet Oscar Primadi dan ditutup oleh Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr. Erna Mulati, M.Sc., CMFM.