Berita Lengkap

Peringatan Hari Anak Nasional 2021: Remaja Kuat Hadapi COVID-19

Dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 2021, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI mengadakan dua webinar yang fokus membahas kesehatan remaja. Webinar pertama (27/7) mengangkat tema Tetap Semangat Menjalani Isoman; webinar kedua (30/7) mengangkat tema Saatnya Beraksi: Remaja Siap Vaksin.

Hari Pertama: Tetap Semangat Menjalani Isoman

Webinar hari pertama dibuka oleh sambutan dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM, Kepala Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI. Erna menyoroti tingginya kasus COVID-19 pada gelombang kedua ini, terutama pada anak usia 712 tahun dan 1618 tahun. Peningkatan bed occupancy rate (BOR) di fasilitas kesehatan membuat isolasi mandiri menjadi pilihan untuk sebagian besar pasien terkonfirmasi positif ataupun pasien kontak erat COVID-19. Isolasi mandiri harus mengedepankan protokol kesehatan sambil tetap menjaga kesehatan mental agar mencegah perburukan kondisi. Selanjutnya, dr. Yogi Prawira, Sp.A(K) memaparkan topik komprehensif yang berjudul Bagaimana Jika Saya Terpapar Covid-19?. Menurut Yogi, hal-hal yang paling penting diperhatikan adalah mengenali risiko yang dimiliki oleh anak dan cara pencegahan yang benar. Adapun nutrisi dan suplemen yang harus dipenuhi antara lain vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan zink. Selain itu, olahraga yang aman di udara terbuka dan menghindari kontak erat seperti bulu tangkis, sepeda, lari, dan bela diri tanpa tanding dapat dilakukan. Kita bisa patuh dengan protokol 5M dan vaksinasi dan kita juga bisa jaga kesehatan mental dan tetap diskusi online untuk tetap produktif, papar Yogi.

Jika anak Anda terkonfirmasi positif, berikut adalah kriteria pasien yang boleh isolasi mandiri:

-. Tidak bergejala/asimtomatik

-. Gejala ringan (seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, dan ruam-ruam)

-. Anak aktif, bisa makan dan minum

-. Saturasi oksigen dalam keadaan istirahat >95%

-. Tidak ada desaturasi oksigen saat aktivitas

-. Tidak ada sesak

-. Lingkungan rumah/kamar memiliki ventilasi yang baik

Yogi menyampaikan cara untuk menghindari panik dan memberikan pemahaman yang baik kepada anak mengenai pentingnya isolasi minimal selama 10 hari (jika telah bebas gejala). Pastikan bahwa cukup satu orang yang mengasuh anak dan diusahakan pengasuh yang berisiko rendah (tanpa komorbid). Berikut adalah protokol kesehatan di rumah yang harus dilakukan.

Webinar dilanjutkan dengan paparan bertajuk Membangun Ketangguhan Remaja di Masa Pandemi yang disampaikan oleh Putri Langka, M.Psi, Psikolog. Bagi anak dan remaja, situasi di rumah saja merupakan hal yang sulit dan menimbulkan stres yang tidak biasa dirasakan. Tentu saja, keadaan isolasi mandiri dapat memperburuk kesehatan mentalnya karena rasa bosan, lingkup gerak yang semakin sempit, dan keharusan mengonsumsi banyak obat secara rutin. Beberapa perasaan yang mungkin muncul akibat di rumah saja adalah sedih, khawatir, cemas karena berita duka, merasa tidak berdaya, dan overwhelmed. Untuk mengatasinya, sebagian besar anak mengisi waktunya dengan bermain internet dan menggunakan media sosial.

Selama pandemi, penggunaan internet dan media sosial sangat meningkat. Dalam jangka panjang, perilakunya dapat mengganggu jadwal tidur dan membuat anak kurang tidur, jelas Putri. Akhirnya, anak kehilangan konsentrasi saat sekolah, lelah, dan tidak semangat.

Putri menyarankan untuk jangan ragu dan malu untuk meminta bantuan. Pastikan anak mencari dukungan sosial yang baik, memilih informasi yang tepat, dan memperbanyak saluran komunikasi serta ruang privat bagi anak.

Selanjutnya, webinar menjadi sesi interaktif dengan talk show bersama Daffa Wardhana, seorang influencer yang membagikan pengalaman isolasi mandiri. Selain Daffa, Putri sebagai Kader Kesehatan Remaja Jawa Timur juga hadir untuk bercerita soal pengalamannya memberikan edukasi seputar COVID-19. Acara dilanjut dengan sesi tanya jawab bersama kedua narasumber, kuis berhadiah, dan ditutup dengan pemutaran iklan posyandu remaja di Jawa Timur. Hari Kedua: Saatnya Beraksi, Remaja Siap Divaksin.

Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2021 dilanjutkan dengan webinar bertema Saatnya Beraksi: Remaja Siap Vaksin COVID-19. Acara yang berlangsung pada Jumat, 30 Juli 2021 ini dibuka dengan pemutaran video posyandu remaja dan kader-kader kesehatan remaja. Kegiatan ini dipandu oleh Rezara dan dibuka oleh dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM, Kepala Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI. Vaksinasi sudah mendapatkan izin dan aman untuk anak 1217 tahun dan perlu didampingi dengan protokol kesehatan, pesan Erna.

Mata acara pertama diisi oleh dr. Eddy Fadiana, Sp.A(K), M.Kes. Eddy memberikan pemaparan mengenai Pentingnya Vaksinasi COVID-19 bagi Remaja. Menurut Eddy, remaja merupakan salah satu sumber penularan; 1 dari 8 orang yang tertular COVID-19 di Indonesia merupakan anak-anak. Hal inilah yang menjadi alasan pemberian vaksinasi bagi remaja.

Vaksin yang diberikan pada remaja ialah vaksin Sinovac. Sinovac adalah vaksin yang paling aman yang beredar di Indonesia dan setelah dua kali pemberian pada anak 1217 tahun dengan kondisi yang sehat, 100% timbul kekebalan, jelas Eddy.

Sesi dilanjutkan oleh Tari Sandjojo, M.Psi, Psikolog, yang membawakan paparan bertajuk Remaja Sehat, Waktunya Beraksi. Tari memulai paparan dengan menjelaskan seputar perubahan fisik dan mental yang dialami oleh remaja. Dalam mengantisipasi perubahan tersebut, remaja perlu menjaga kesehatannya dengan diet nutrisi seimbang, olahraga, memiliki support group, memiliki hobi, dan memiliki identitas sosial yang positif. Rutinitas yang seimbang, hobi, pengakuan dari orang lain adalah hal yang baik bagi remaja dan dapat menentukan pilihan karier di masa depan, tambah Tari.

Kemudian, sesi menjadi interaktif diisi oleh Safira, seorang influencer yang telah divaksin dan mengedepankan gaya hidup sehat sebagai atlet. Ia membagikan beberapa pengalaman dan kiat untuk menerima vaksin. Selain Safira, Indira sebagai Kader Kesehatan DKI Jakarta juga turut memberikan pengalaman sebagai kader remaja yang telah menerima vaksin.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. Selanjutnya, sesi diakhiri dengan sesi kuis menggunakan platform Quizizz. Acara dengan resmi ditutup dengan iklan layanan masyarakat untuk mengajak masyarakat vaksin.