Berita Lengkap

Mari Jalankan Kehamilan Sehat di Masa Pandemi!

Sudah satu setengah tahun sejak pandemi Covid-19 menyerang. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terkena dampak pandemi Covid-19. Ibu hamil memiliki peningkatan risiko menjadi lebih berat apabila terinfeksi Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan perlindungan agar ibu hamil tidak terpapar Covid-19. Berikut ini beberapa tips bagi para calon ibu untuk dapat menjalani kehamilan yang sehat di masa pandemi.

Pertama, tetap mematuhi seluruh protokol kesehatan. Hal paling utama untuk dilakukan adalah untuk selalu menjaga kebersihan, baik dalam masa pandemi maupun tidak, agar terhindar dari infeksi kuman tak kasat mata. Ingatlah selalu 6M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik minimal 1 meter, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan, dan menghindari makan bersama. Tetap tinggal di rumah jika tidak ada keadaan mendesak. Apabila terpaksa keluar rumah, selalu terapkan 6M. Jika ibu bekerja, sebaiknya bekerja dari rumah (WFH) jika memungkinkan. Pastikan jendela terbuka agar sirkulasi udara lancar.

Kedua, lakukan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil. Kini, ibu hamil sudah boleh divaksinasi dengan syarat usia kehamilan >13 minggu dan lulus skrining vaksinasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan saat sebelum vaksinasi. Vaksin yang dapat diberikan bagi ibu hamil saat ini adalah vaksin Sinovac, Moderna, dan Pfizer.

Satu hal yang perlu diketahui wanita hamil yang positif Covid-19 dapat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gejala berat dan melahirkan bayi secara prematur. Risiko menjadi lebih serius jika ada penyakit penyerta (kegemukan, darah tinggi, kencing manis) atau kondisi penyulit lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan Covid-19 dan segera divaksinasi agar ibu dan bayi terhindar dari komplikasi akibat Covid-19.

Ketiga, menjaga kesehatan selama hamil. Kesehatan ibu dan janin dapat terjaga dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang selama kehamilan dan melakukan aktivitas fisik/olahraga ringan secara teratur. Selama kehamilan, ibu harus mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet.

Keempat, selama kehamilan, ingatlah untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal minimal enam kali. Ibu hamil yang sedang isolasi mandiri tetap dapat melakukan pemeriksaan kehamilan secara online/telepon, atau sesuai arahan dokter. Pemeriksaan tersebut sangat penting untuk memonitor keadaan ibu dan bayi agar dapat berkembang sempurna. Selain itu, ibu dan keluarga juga perlu melakukan pemantauan mandiri terhadap kehamilan. Pemantauan mandiri dapat dilakukan menggunakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Jika terdapat tanda bahaya kehamilan, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Setelah anak lahir, lakukan kunjungan berkala untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga dengan baik.

Dalam kondisi khusus seperti pandemi saat ini, berbagai pelayanan kesehatan dapat terganggu. Namun, perhatian kepada pelayanan ibu hamil tidak seharusnya dikesampingkan. Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita yang sedang atau ingin merencanakan kehamilan untuk mengetahui berbagai kondisi saat ini serta hal-hal yang harus dilakukan agar kehamilan dapat berjalan dengan aman dan ibu dapat melahirkan buah hati dengan selamat.