Berita Lengkap

Berbagi Praktik Baik dan Pengalaman Penerapan Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia

Sejak Februari, pemberian vaksinasi COVID-19 gratis tahap 2 telah mulai diberikan kepada lansia. Vaksinasi ini diharapkan tidak hanya melindungi individu yang mendapat vaksin, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat Indonesia sebagai bagian dari herd immunity. Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa pemberian vaksin dilakukan secara kolaboratif dan sinergis.

Dalam rangka memperkuat pelaksanaan vaksinasi, Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes menyelenggarakan sesi sharing bertajuk Sosialisasi Best Practice Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Lansia. Pertemuan ini mengundang perwakilan dari Dinas Kesehatan seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Sesi ini dimulai dengan penayangan video pelaksanaan vaksinasi yang telah dilakukan di beberapa lokasi, seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Saya yakin kegiatan ini akan bermanfaat untuk kita semua, ujar Direktur Kesehatan Keluarga, dr. Erna Mulati, MSc, CMFM, saat membuka acara ini, Sesi sharing pengalaman ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan pengalaman tentang hal-hal yang peru diantisipasi dan dijadikan contoh praktik sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.

Dalam sambutannya, dr. Erna menyatakan bahwa skrining/pengecekan awal tentang kondisi penyakit dan kerentaan lansia perlu dilakukan minimal tiga hari sebelum vaksinasi. Alur prosedur vaksinasi COVID-19 pun turut dijelaskan oleh Erna dalam bagan di bawah ini.

Vaksinasi sudah mulai dilaksanakan, tetapi penerapan protokol kesehatan tetap menjadi hal utama, tegas dr. Erna. Selanjutnya, sesi sharing dipandu oleh Dr. Ir. H. Dewi Sartika, M.Si, PLT Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Adapun narasumber yang memberi pemaparan yaitu dr. Fify Mulyani, MARS, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.PD, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan drg. Vitria Dewi, M.Si, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Pelaksanaan Vaksinasi Lansia di Jakarta

Fify memulai presentasinya dengan menunjukkan data demografik lansia di Jakarta. Karena banyaknya lansia yang tinggal di Jakarta meskipun tidak memiliki KTP Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menetapkan, lansia yang bisa menerima vaksin adalah lansia berusia 60 tahun ke atas dengan KTP DKI Jakarta dan lansia yang menetap lebih dari 6 bulan di DKI Jakarta dengan surat keterangan RT/RW.

Pada minggu pertama pelaksanaan vaksinasi, pihak swasta belum dapat memberikan layanan ini karena Dinas Kesehatan DKI Jakarta perlu melihat kondisi kesehatan lansia yang identik dengan komorbid. Namun, ternyata animo masyarakat sangat tinggi sehingga kerja sama lintas sektor dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan tersebut. Ternyata, literasi internet lansia cukup rendah dan mereka kesulitan mendaftar melalui tautan dari Kemenkes. Bersama dengan camat, lurah, RT/RW, dilakukan pendataan lansia oleh RT/RW dan kelurahan yang diteruskan ke Puskesmas.

Dengan target 150-200 lansia yang divaksin per hari per fasilitas kesehatan (puskesmas dan rumah sakit) dan selesai pada bulan Maret 2021, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berupaya menambah lokasi vaksinasi COVID-19 (lokasi di luar puskesmas 44 kecamatan dan RSUD). Selain penambahan lokasi berupa 10 RS swasta, lokasi seperti sekolah negeri dan halaman fasilitas kesehatan juga dijadikan tempat vaksinasi untuk memudahkan akses lansia.

Selain melakukan skrining kerentaan, beberapa puskesmas di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat juga menarik minat lansia dengan sekaligus melakukan pemeriksaan lab sederhana (gula darah dan kolesterol) di meja 1. Di sisi lain, infografis mengenai tempat layanan vaksinasi disebarkan melalui media sosial. Beberapa inovasi seperti vaksinasi drive thru yang dilaksanakan bekerja sama dengan Halodoc, Gojek dan RS Hermina Kemayoran dan layanan vaksinasi di Lippo Mall Kemang juga diselenggarakan.

Pelaksanaan Vaksinasi Lansia di Semarang

Kondisi di Semarang tak jauh berbeda. Abdul menyatakan, data lansia memiliki validitas rendah dan data sasaran informasi terbatas. Literasi teknologi lansia sangat terbatas sehingga mereka tidak mengetahui jadwal vaksinasi. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang meluncurkan aplikasi VICTORI (Vaksin Covid Kota Semarang Terintegrasi) yang pengisiannya dapat dibantu oleh keluarga, kader, RT, RW, pengurus panti, maupun petugas kesehatan.

Setiap petugas fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengakses fitur VICTORI dan menjadwalkan vaksinasi lansia. Sementara itu, lansia dapat melihat status dan jadwal vaksinasi di VICTORI. Lansia kemudian akan menerima undangan vaksin dan skrining e-RAPUH untuk menilai kerentaan.

Pelaksanaan Vaksinasi Lansia di Surabaya

Selanjutnya, Vitria menjelaskan pelaksanaan vaksinasi di Kota Surabaya. Pada tanggal 2-3 Maret, Dinas Kesehatan Jawa Timur bekerja sama dengan CSR dan juga melibatkan tim dokter spesialis dalam melakukan kegiatan 5.000 vaksinasi dengan 3.000 di antaranya dilakukan di puskesmas. Data capaian vaksinasi dan sasaran selalu diperbarui setiap sore pukul 16.00-17.00. Pihak Dinas Kesehatan juga selalu memantau pelaksanaan dan monitoring tiap kabupaten. Selain itu, penanggung jawab wilayah dan pengurus posyandu lansia benar-benar memantau dan memberikan bantuan layanan kepada lansia agar lansia nyaman.

Vitria menyebutkan bahwa penyebaran informasi tentang vaksin melalui media sosial dan WhatsApp sangatlah masif, terutama dari bantuan komunitas seperti PKK dan kelompok pengajian. Apabila ada lansia yang menghadapi kebingungan, petugas faskes selalu siap sedia membantu. Testimoni positif oleh seorang lansia yang telah divaksin disebarkan melalui grup WhatsApp dan mendorong lansia lain ingin ikut divaksin.

Pada sesi terakhir, moderator memberikan resume bahwa vaksinasi untuk lansia sudah banyak dilaksanakan di seluruh Indonesia dan gairah antusiasme lansia untuk berpartisipasi sangat tinggi. Vaksin tersebut aman, gratis, dan tidak ada batasan usia maksimal pada lansia untuk dilakukan vaksinasi. Tidak ada KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) dalam kasus berat ataupun ringan dan relatif jumlahnya rendah. Komunikasi peer to peer antar sesama lansia menjadi strategi yang baik dilakukan dalam kampanye vaksinasi ini. Dewi juga menyebutkan, pada saat perencanaan vaksinasi, kegiatan sosialisasi, edukasi dan motivasi perlu gencar dilaksanakan. Pendataan menjadi hal yang krusial; data harus jelas sejak pendaftaran awal. Dapat juga dibuat tim vaksinasi dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang menugaskan pembina tiap-tiap wilayah binaan melalui SK khusus