Berita Lengkap

Hari Jantung Sedunia 2021: Jantung Sehat dengan Jiwa yang Sehat!

Jantung rata-rata berdetak sekitar 2,5 miliar kali sepanjang hayat; memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Aliran darah ini membawa oksigen, sumber energi, hormon, dan senyawa-senyawa lain yang dibutuhkan untuk kehidupan. Selain itu, aliran ini juga yang mengalirkan produk sisa metabolisme untuk dibuang di ginjal. Ketika jantung berhenti berdetak, fungsi-fungsi vital dalam tubuh otomatis berhenti.

Dengan beban kerja jantung yang sangat, sangat berat, kesehatan jantung menjadi suatu nikmat yang seringkali tidak disadari. Namun, kemampuan jantung dalam memompa darah dapat menurun akibat beberapa hal, seperti nutrisi yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan faktor genetik.

Karena itu, kita umumnya mengetahui bahwa menjaga pola makan yang baik, beraktivitas fisik yang cukup, dan mengontrol faktor risiko lainnya dapat membantu mempertahankan kesehatan jantung. Ternyata, ada satu hal lagi yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan jantung: menjaga kesehatan jiwa.

Riset membuktikan bahwa kesehatan jiwa yang buruk berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Hal ini bukanlah temuan yang mengagetkan, mengingat penyakit jiwa dapat memengaruhi perilaku seseorang. Sebagai contoh, seseorang akan mengonsumsi lebih banyak rokok dan minuman beralkohol ketika sedang depresi.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan jiwa yang memiliki dampak negatif pada jantung:

a. Depresi

Depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebanyak dua kali lipat. Sebaliknya, seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung berisiko tiga kali lipat untuk mengalami depresi.

b. Amarah

Seseorang yang sering marah dan tidak mampu mengontrol emosinya lebih berisiko 2—3 kali lipat untuk terkena serangan jantung ataupun masalah jantung lainnya.

c. Isolasi sosial (terasingkan)

Studi menunjukkan bahwa seseorang yang tinggal sendirian memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung atau mati mendadak karena serangan jantung.

Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan jantung melalui kesehatan jiwa?

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan taraf kesehatan jiwa dan menjaga kesehatan jantung adalah:

• Melakukan konsultasi dan terapi

Apabila terdapat masalah yang mengganggu kondisi mental, segera hubungi psikolog maupun psikiater. Mereka akan memberikan terapi ataupun obat-obatan yang tepat untuk membantu mengatasi masalah kejiwaan yang dialami.

• Mengubah gaya hidup menjadi lebih baik

Ketika seseorang depresi atau merasa stres berkepanjangan, perilaku makan yang sehat dan aktivitas fisik seringkali terlupakan. Namun, dengan membiasakan olahraga dan diet seimbang secara perlahan, kondisi kesehatan secara umum akan membaik. Sekadar menambah porsi buah dan sayur atau berjalan kaki sekitar rumah dapat membantu, lho! Pastikan Anda memiliki sebuah aktivitas fisik yang menyenangkan untuk dilakukan.

• Menjaga otak tetap aktif

Aktivitas yang merangsang otak dapat membantu menyehatkan jiwa seseorang. Sebagai contoh, memiliki kegemaran baru, mencoba jalan atau rute pulang baru, atau aktivitas baru dapat dilakukan.

• Mengurangi stres Mengurangi stres bukanlah hal yang mudah untuk semua orang, apalagi dengan kondisi pandemi saat ini. Namun, jangan putus asa! Tetaplah coba untuk melakukan strategi untuk mengatasi stres. Salah satu tren yang sedang naik daun, meditasi mindfulness, dapat dicoba untuk meningkatkan kesadaran diri pada lingkungan dan fokus pada masa ini. Aktivitas fisik yang teratur, gizi seimbang, dan memiliki jam tidur yang cukup juga dapat menjaga stres berada di level yang cukup.

Mari jalani kegiatan yang sehat demi kesehatan jantung yang lebih baik!

Referensi:

Bilodeau K. Healthy brain, healthier heart? [Internet]. US: Heart Health; 2021 Jul [cited 2021 Sep]. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/healthy-brain-healthier-heart-202107222551