Berita Lengkap

Benarkah Anak Juga Dapat Terinfeksi Tuberkulosis ?

Tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Tuberkulosis (TBC), yang juga sering dikenal oleh masyarakat sebagai flek paru, merupakan penyakit infeksi yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menjadi salah satu negara yang masih memiliki banyak kasus TBC di dunia dengan 420.994 kasus baru pada tahun 2017.

Kebanyakan masyarakat Indonesia beranggapan bahwa tuberkulosis merupakan sebuah penyakit yang dialami oleh orang dewasa. Kenyataannya, anak-anak juga dapat tertular penyakit ini ketika menghirup bakteri yang berada di udara. Lantas, kita harus memahami tanda-tanda dan pengobatan TBC pada anak-anak demi kesehatan buah hati kita.

Bagaimana anak bisa terinfeksi bakteri TBC?

Bakteri tuberkulosis dapat tersebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, menyanyi, atau tertawa. Anak dapat menghirup bakteri TBC ketika ia sedang berkontak erat dengan orang tersebut. Namun, bakteri TBC tidak menyebar melalui benda-benda pribadi, seperti kasur, peralatan makanan, toilet, atau barang lainnya yang disentuh oleh pasien tuberkulosis. Maka dari itu, kita harus menjaga sirkulasi dan kebersihan udara serta mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk mencegah penyebaran TBC. Imunisasi BCG juga perlu diberikan untuk mencegah anak terkena TBC.

Apa yang terjadi pada tubuh anak ketika terinfeksi oleh bakteri TBC?

Sebagian besar anak yang terinfeksi dengan bakteri ini tidak mengalami penyakit tuberkulosis aktif sehingga tidak timbul gejala sakit dari tuberkulosis. Dengan kata lain, bakteri tersebut berada dalam fase laten. Anak tersebut akan mendapatkan hasil positif apabila menjalani pemeriksaan skin test dan tidak terdapat kelainan pada pemeriksaan rontgen dada. Ia juga tidak dapat menyebarkan bakteri tersebut kepada orang lain.

Apa gejala dari tuberkulosis pada anak?

Gejala TBC yang muncul pada anak dapat beragam. Beberapa gejala yang umum ditemukan pada kasus TBC aktif pada anak-anak antara lain demam, penurunan berat badan, pertumbuhan yang terhambat, batuk, pembengkakan kelenjar getah bening, dan meriang. Sementara itu, pada remaja, gejala lain yang mungkin terjadi adalah batuk menahun, nyeri dada, batuk berdarah, serta perasaan lemah dan lelah. Apabila anak Anda menunjukan gejala-gejala tersebut, segeralah mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana cara merawat anak yang mengalami tuberkulosis?

Anak akan diberikan regimen obat antituberkulosis (OAT) sesuai dengan usia dan berat badannya untuk dikonsumsi selama 3-4 bulan. Anak-anak akan tampak merasa lebih baik setelah 2 minggu pertama pengobatan, tetapi pengobatan tetap harus dilaksanakan secara tuntas. Umumnya, masyarakat menjadi lengah dalam pengobatannya ketika merasa sudah lebih baik. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan pengobatan tuberkulosis dan menjadikan bakteri TBC kebal (resisten) terhadap obat yang diberikan. Setelah mengenal poin-poin tersebut, marilah kita bersama-sama menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga kita agar dapat terbebas dari TBC. Dengan melaksanakan pencegahan, pengamatan, dan pengobatan lebih dini, kita dapat membantu Indonesia untuk segera bebas dari TBC.