Berita Lengkap

Lansia SMART Cegah Stunting ... Keluarga Sehat

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyebab utamanya adalah kurangnya kecukupan gizi pada bayi dan anak-anak yang dapat menimbulkan berbagai dampak jangka panjang seperti rendahnya tingkat kecerdasan, perawakan pendek, serta berbagai gangguan kesehatan kronik lainnya di kemudian hari seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28, Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin, mengajak seluruh kalangan penduduk Indonesia untuk bersama-sama berperan aktif dalam penanggulangan stunting.

Untuk mengajak seluruh khalayak umum, lintas generasi dan khususnya lansia untuk mencegah stunting, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan Yayasan Pelita Usila mengadakan kegiatan Zoominar Edukasi Kesehatan Lansia Lintas Generasi episode 6 dengan tema Cegah Stunting ala Lansia pada hari Rabu (7/7). Acara ini menghadirkan dua orang narasumber yakni, Prof. dr. Endang L. Achadi, M.P.H., PhD, Guru Besar FKM UI dan Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum, M.A, Wali Kota Bogor.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi bertema Stunting: Apa dan Bagaimana Mencegah dan Menanggulanginya oleh Endang. Utamanya, stunting disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat dan terjadinya infeksi yang berulang. Kondisi ini diperparah dengan tingginya permasalahan sosial-ekonomi dan pendidikan di Indonesia, sehingga banyak orang tua yang tidak memiliki pola asuh yang baik terhadap anaknya. Stunting merupakan urusan kita bersama, sama seperti Pandemi, karena penyebabnya multifaktor dan faktor-faktor non kesehatan sangat penting. Dukungan Pemda sangatlah penting untuk mengoordinasikan seluruh upaya, termasuk dalam hal pemberdayaan potensi lansia, pesan Endang.

Selanjutnya, Bima menjelaskan upaya penurunan angka stunting dengan penggerakan masyarakat di Kota Bogor atau yang dikenal dengan Taleus Bogor (Tanggap Leungitkeun Stunting Ti Kota Bogor). Sejak tahun 2016, Dinas Kesehatan Kota Bogor bekerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan/LSM untuk memberdayakan lansia dalam memberikan edukasi serta melakukan intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting dengan memperhatikan pendekatan siklus hidup (kelompok umur). Bima menambahkan bahwa ia berharap kegiatan Taleus Bogor ini dapat memberikan inspirasi dan praktik baik bagi wilayah lain untuk dapat direplikasi. Bima menyampaikan bahwa, Kata kuncinya adalah konvergensi yang terpadu, harus melibatkan semua sektor tidak dapat mengandalkan satu atau dua dinas saja dan harus melibatkan masyarakat termasuk unsur pendidikan tinggi seperti Universitas.

Melalui kegiatan ini Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif) untuk mendukung keluarga sehat melalui pencegahan dan penanggulangan stunting. Dengan menurunnya angka stunting, maka meningkat harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.