Berita Lengkap

LAUNCHING GEBYAR VAKSINASI LANSIA TAHUN 2021

Capaian vaksinasi pada sasaran lansia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan sasaran petugas publik dimana laju vaksinasi lansia hanya seperempat dari petugas publik. Update 16 Mei 2021 pukul 12.00 WIB, capaian vaksinasi lansia rata-rata tingkat nasional dosis 1 baru mencapai 12.95% dan dosis 2: 8.50%, sementara sasaran lansia yang divaksinasi adalah 21.553.118 orang.

Seperti kita ketahui Bersama bahwa prioritas vaksinasi di dunia adalah berdasarkan risiko. Pertama adalah tenaga kesehatan dan berikutnya adalah lansia. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan berisiko terpapar COVID-19 dan CFR kematiannya paling tinggi dibanding kelompok umur lainnya.

Untuk mendorong peningkatan dan percepatan cakupan vaksinasi COVID-19 pada kelompok prioritas (lansia), Kementerian Kesehatan mengadakan Gebyar Vaksinasi Lansia (GVL) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 17 s/d 29 Mei 2021. Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tahun 2021 yang diperingati setiap tanggal 29 Mei.

Selasa, 18 Mei 2021, Menkes Budi Gunadi Sadikin melakukan launching GVL di RSUD Oto Iskandar Dinata, Soreang, Kab. Bandung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi dukungan, apresiasi dan motivasi kepada semua unsur yang terlibat dalam program vaksinasi COVID-19 pada lansia termasuk masyarakat. Launching GVL juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Bupati Kabupaten Bandung beserta jajaran Pemda, Dinas Kesehatan, Lintas Sektor terkait, CEO Traveloka, dan Bapak Doyok (Public Figure). Sasaran lansia dan pendamping yang dilayani Vaksinasi COVID-19 sekitar kurang lebih 1000 orang.

Dalam sambutan pembukaan, Menkes mengungkapkan bahwa membutuhkan waktu 4 tahun lebih untuk bisa menyelesaikan vaksinasi. Indonesia sudah berhasil mengamankan 360 juta dosis vaksin untuk 180 juta penduduk usia di atas 18 tahun.

Lebih lanjut beliau berpesan agar lebih agresif lagi dalam vaksinasi, terutama untuk termin kedua sekitar bulan Juli - Desember. Vaksin yang tersedia akan 3 kali lipat lebih banyak. 1,5 juta per hari.Kab/kota. Terutama Jabar paling rendah laju vaksinasinya, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Tim Jabar perlu memvaksin 230rb orang per hari. Menkes memastikan Jawa Barat provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia agar terlindungi.

Menkes juga menegaskan, Tolong bantu lansia mendapatkan vaksinasi, mereka adalah kelompok yang rentan. Mumpung Hari Lanjut Usia Nasional. Data menyebutkan bahwa case fatality rate kematian lansia karena COVID-19 empat kali lebih besar dan 60 kali lebih tinggi. Lansia juga merupakan kelompok yang paling banyak yang memenuhi rumah sakit. Prioritas vaksinasi di dunia adalah berdasarkan risiko. Pertama nakes, berikutnya lansia. Pemahaman seperti ini belum berhasil disosialisasikan, tegasnya.

Selain itu, Menkes mengingatkan agar tetap waspada dengan mutasi baru virus COVID-19. Dari empat yang bahaya, tiga sudah masuk ke Indonesia. Saat ini kecepatan penularannya sangat tinggi dan kita perlu hati-hati, ujar Menkes. Testing dan tracing perlu diperbanyak dan ditingkatkan. Jangan karena fokus mengejar zona menjadi hijau lalu testing dan tracingnya diturunkan. Bagi Kepala Daerah yang Positivity ratenya tinggi juga perlu ditegur serta diingatkan karena saat ini banyak orang tidak teridentifikasi COVID-19. Perlu pengawasan lebih ketat terhadap penerapan protokol kesehatan. Terakhir, beliau berpesan, Berikanlah vaksinasi pada orang tua (lansia). Mari kita cintai, kita sayangi, kita lindungi. orang-orang yang sudah mencintai menyayangi dan melindungi kita sejak dari kecil.

Menkes kemudian menyempatkan diri melakukan teleconference dengan seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dan menyapa beberapa kab/kota dan panti yang serentak melaksanakan GVL, kemudian dilanjutkan bincang-bincang singkat dengan perwakilan lansia yang belum dan sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 di area pelaksanaan acara, serta pemberian buku kesehatan lansia. Bapak Menkes juga meninjau secara langsung ke area lokasi pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, sekaligus melakukan penempelan sticker pada Bis Antar Jemput Lansia bekerja sama dengan Traveloka serta berkesempatan menaiki angkot gratis untuk antar jemput sasaran yang disediakan Dinas Perhubungan.