Berita Lengkap

Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi

Pada hari Rabu, 14 April 2021, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan mengadakan Sosialisasi Kelas Ibu Balita Dalam Jaringan E-Learning Belajar Kesga secara daring melalui Zoom Meeting dan ditayangkan di kanal YouTube Direktorat Kesehatan Keluarga.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Balita Nasional yang diperingati setiap tanggal 8 April sebagai pengingat pentingnya pemenuhan hak balita agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Untuk mendukung pemenuhan hak kesehatan anak balita, Direktorat Kesehatan Keluarga menyediakan media Kelas Ibu Balita untuk orang tua dan pengasuh balita yang dapat diakses pada website belajar kesga. Pengembangan media Kelas Ibu Balita ini tidak lepas dari dukungan GELIAT UNAIR melalui penyusunan Video Edukasi Buku KIA. Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga serta perwakilan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, BKKBN, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas, WHO, UNICEF, dan berbagai tamu kehormatan lainnya ini dibuka secara resmi oleh Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat, drg. Kartini Rustandi, M.Kes.

Melalui kegiatan ini disampaikan materi Sosialisasi Kelas Ibu Balita Melalui E-Learning Belajar Kesga yang disampaikan oleh dr. Erna Mulati, MSc., CMFM selaku Direktur Kesehatan Keluarga, Untuk terus mendorong keluarga dalam menjaga kesehatan balita pada masa pandemi ini, disampaikan juga materi Menjaga Anak Usia Dini Tetap Sehat Selama di Rumah yang oleh Prof. DR. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), dan Menyiapkan Anak Usia Dini untuk Menerapkan Protokol Kesehatan oleh Dr. Weni Endahing Warni, M.Psi, Psi.

Balita yang sedang berkembang saat ini akan menggambarkan kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia pada 20-30 tahun kedepan. Maka dari itu, perkembangan balita merupakan hal yang sangat penting karena hal tersebut memiliki dampak pada kemajuan dan perkembangan negara tercinta di masa yang akan datang.

Tak hanya masalah meningkatkan kesehatan ibu, masalah lingkungan, penyakit lingkungan, serta konsumzi gizi juga menjadi masalah. Perkembangan anak di tahun 2021 ini memiliki tantangan yang lebih berat dibandingkan pada masa sebelumnya dengan keberadaan Covid-19. Dengan ini, Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap semangat dalam menjalankan program perkembangan anak demi menghadirkan SDM Indonesia yang berdaya saing tinggi pada tahun 2045.

Dr. Santi Martini, dr., M.Kes, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, turut memberikan sambutan untuk memeriahkan kelas ini. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia dapat ditangani dengan lebih baik, yakni angka kematian ibu dan anak.

Pada kesempatan ini juga diadakan serah terima Video Edukasi Buku KIA dari GELIAT Universitas Airlangga kepada Direktorat Kesehatan Keluarga. Disampaikan oleh dr. Erna Mulati, MSc., CMFM, selaku Direktur Kesehatan Keluarga, dimana kelas ibu balita di masa pandemi Covid-19 ini juga dapat dilakukan secara daring. Video Edukasi Buku KIA yang dapat diakses melalui e-learning Belajar Kesga dapat meningkatkan kapasitas di bidang kesehatan keluarga dengan metode pembelajaran berbasis internet yang tentunya efektif, efisien, serta dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

Memasuki acara utama, pemaparan materi pertama yang dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K) menerangkan bahwa anak membutuhkan nutrisi, kasih sayang, stimulasi lingkungan, dan imunisasi agar dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengingatkan untuk para ibu agar secara rutin memantau tumbuh kembang anak menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta tetap menerapkan protokol kesehatan selama menjalani masa-masa bersama si kecil.

Berlanjut ke materi selanjutnya, Dr. Weni Endahing Warni, M.Psi, Psi menjelaskan agar orang tua untuk lebih memahami kondisi psikologis anak dalam beradaptasi. Jangan jadikan anak sebagai objek peraturan, tetapi sebagai subyek. Bersama keluarga dan guru, marilah kita menghadapi pandemi dan pascapandemi bersama-sama, ujarnya di akhir pemaparan. Di tengah pandemi, mengajarkan anak perilaku sehat merupakan hal yang utama.

Sangat diharapkan bahwa acara Sosialisasi Kelas Ibu Balita Dalam Jaringan E-Learning Belajar Kesga ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia demi memahami cara-cara untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak di masa pandemi ini.