Berita Lengkap

Kenali Hepatitis pada Anak!

Apa itu hepatitis?

Hepatitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada organ hati (lever). Radang pada hati dapat disebabkan oleh berbagai hal, dari virus hingga obat-obatan.

Penyakit ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni hepatitis akut dan kronik. Hepatitis akut adalah radang yang terjadi secara mendadak, nyeri tiba-tiba, dan menghilang dalam waktu yang singkat. Sementara itu, hepatitis kronik merupakan kondisi jangka panjang dengan gejala yang lebih samar dengan penyakit yang semakin lama bertambah parah.

Apa saja jenis hepatitis?

Terdapat lima virus yang umum menyebabkan hepatitis viral, yakni virus hepatitis A, B, C, D, dan E.

1. Hepatitis A

Hepatitis A merupakan virus yang sering menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Virus ini adalah virus hepatitis yang paling mudah menular. Walaupun demikian, virus hepatitis A sangat jarang membuat kerusakan yang berat pada hati. Biasanya, hepatitis A bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 6 bulan.

2. Hepatitis B

Berbeda dengan hepatitis A, virus hepatitis B dapat menyebar melalui darah, jarum suntik, atau cairan tubuh yang telah terkontaminasi. Penularan dari ibu ke bayi saat persalinan juga dapat menjadi metode penyebaran virus ini. Virus ini dapat menyebabkan penyakit hepatitis kronik yang tidak jarang membuat kerusakan jangka panjang, kanker hati, dan sirosis hati setelah bertahun-tahun.

3. Hepatitis C Virus ini hanya dapat ditularkan melalui darah yang terinfeksi ataupun dari ibu ke anak saat persalinan. Mirip hepatitis B, penyakit ini juga dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis dalam beberapa tahun.

4. Hepatitis D

Virus ini cukup jarang ditemui. Kasusnya hanya dapat dijumpai pada pasien yang juga terinfeksi dengan virus hepatitis B.

5. Hepatitis E

Jenis hepatitis ini ditemukan di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Selain hepatitis akibat virus, terdapat beberapa penyebab hepatitis lainnya, yaitu:

-. Hepatitis akibat obat

Beberapa obat yang biasanya aman dapat beracun untuk hati dan menyebabkan hepatitis saat dikonsumsi dalam jumlah yang banyak atau dosis tinggi. Contoh obatnya adalah parasetamol dan vitamin A.

-. Hepatitis autoimun

Terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang hati. -. Hepatitis neonatal (bayi baru lahir)

Umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hati sebelum lahir atau sesaat setelah lahir.

Apa saja tanda dan gejala hepatitis yang perlu diwaspadai?

-. Tidak enak badan

-. Nyeri perut yang disertai perut tegang, umumnya di bagian atas kanan

-. Lelah

-. Kulit dan mata tampak kuning

-. Urine berwarna gelap seperti teh

-. Tinja berwarna pucat

-. Mual dengan/tanpa muntah

-. Pembengkakan perut akibat pengumpulan cairan

Jika Anda menyadari anak Anda memiliki tanda dan gejala hepatitis di atas, segera konsultasi dengan dokter anak. Bagaimana hepatitis yang diderita ibu hamil dapat ditularkan ke anak? Infeksi hepatitis pada wanita hamil, khususnya hepatitis B, meningkatkan risiko janin untuk terkena infeksi virus tersebut. Tanpa diberikan pencegahan, sekitar 40% bayi akan mengalami infeksi hepatitis B kronik dengan seperempat di antaranya meninggal karena penyakit hati kronik. Namun, jangan khawatir! Transmisi virus saat masa persalinan dapat dicegah dengan dua hal, yakni dengan mengidentifikasi ibu hamil yang terinfeksi hepatitis dan memberikan imunoglobulin hepatitis B serta vaksin hepatitis B pada bayi dalam kurun waktu 12 jam pertama setelah dilahirkan.

Bagaimana pengobatan hepatitis?

Tidak ada obat untuk hepatitis ketika sudah terinfeksi. Pengobatan berfokus untuk mencegah perburukan lebih lanjut pada hati dan mengobati gejala yang dialami. Sebagian besar hepatitis akut akan sembuh dengan sendirinya. Apakah hepatitis dapat dicegah? Untuk mencegah infeksi, anak-anak harus divaksinasi untuk mempunyai pertahanan tubuh terhadap virus hepatitis A dan B. Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk virus hepatitis C, D, dan E. Pada anak, vaksin hepatitis B sudah termasuk dalam program imunisasi wajib Kemenkes dan diberikan pada saat lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan. Sementara itu, vaksin hepatitis A dapat diberikan pada anak usia 1224 bulan sebanyak dua kali.