Berita Lengkap

Kilas Balik Program Vaksinasi COVID-19 Anak Binaan Panti/LKSA di Jawa Barat

Berdasarkan Surat Edaran Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI nomor HK.02/02/I/1727/2021 tanggal 30 Juni 2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Lainnya dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Anak Usia 1217 Tahun, diperlukan upaya terkoordinasi lintas program dan sektor untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi dan tercapainya kekebalan komunal (herd immunity).

Dalam rangka meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Jawa Barat, Direktorat Kesehatan Keluarga sebagai Pembina Wilayah Provinsi Jawa Barat bersama dengan penanggung jawab/pengelola program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta program Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Jawa Barat telah melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada anak usia 1217 tahun yang berada di Panti/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Rapat koordinasi persiapan vaksinasi anak binaan Panti/LKSA telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2021. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan lintas program dan lintas sektor, perwakilan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, serta dinas sosial provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat. Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat telah menyampaikan rekap data sasaran vaksinasi anak binaan dan pengasuh/orang dewasa di panti/LKSA yang ditindaklanjuti dengan penyampaian surat Direktur Kesehatan Keluarga kepada Plt. Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan tentang permohonan alokasi dan distribusi vaksin untuk kegiatan tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi pun diadakan pada tanggal 1113 Agustus 2021 secara serentak di 25 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan mempertimbangkan jumlah sasaran, ketersediaan sumber daya, efektivitas dan efisiensi pemberian vaksin, serta akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan vaksinasi ini, sebanyak 6.963 anak usia 12-17 tahun binaan Panti/LKSA berhasil divaksinasi, dengan catatan terdapat 918 anak yang menunda pemberian vaksin akibat sakit. Keberhasilan capaian vaksinasi ini tidak lepas dari dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah (bupati/wali, camat, kepala desa), Kepolisian (Babinmas), dan TNI (Koramil).

Adapun kendala yang dihadapi dalam eksekusi vaksinasi antara lain hambatan dalam mobilisasi beberapa anak binaan yang tidak tinggal di Panti/LKSA serta penolakan dari pihak wali akibat kurangnya pemahaman seputar vaksin. Meski demikian, beberapa di antaranya telah diberikan edukasi yang memadai sehingga bersedia untuk diberikan vaksinasi COVID-19.

Dengan meningkatnya upaya vaksinasi di seluruh sektor dan kalangan usia, diharapkan seluruh masyarakat dapat menerima vaksinasi COVID-19 agar segera tercapai kekebalan komunal. Kekebalan komunal dapat melindungi masyarakat dari COVID-19, termasuk mereka yang tidak dapat divaksinasi (seperti bayi baru lahir ataupun orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah).