Berita Lengkap

Kelas Ibu Hamil : Keberhasilan Menyusui

Masa kehamilan merupakan masa yang krusial bagi keselamatan ibu dan buah hati. Apabila sang ibu diketahui mengalami penyakit selama masa mengandung, dikhawatirkan kondisi tersebut dapat mengancam jiwa ibu dan bayi. Bahkan, bisa saja bayi tertular penyakit ibu yang diderita selama hamil di kemudian hari. Maka dari itu, kesehatan ibu hamil harus diperhatikan sebaik mungkin untuk menghadirkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang ideal kedepannya. Ibu juga harus mempunyai persiapan untuk perawatan bayinya setelah lahir.

Kementerian Kesehatan RI mengadakan Kelas Ibu Hamil kedua bagi kalangan internal Kemenkes RI (aparatur sipil negara/ASN dan non-ASN) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 9 Maret 2021 pukul 09.00 WIB. Peserta juga terbuka kepada seluruh tenaga kesehatan di Indonesia sehingga jumlah peserta mencapai 300 orang. Kegiatan ini diadakan untuk melakukan upaya promotif dan preventif bagi ibu hamil dalam menjalani kehamilannya selama 9 bulan serta persiapan untuk menghadapi persalinan walaupun di era pandemi.

Materi utama kegiatan ini disampaikan oleh dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A, IBCLC dengan topik Keberhasilan Menyusui yang Dimulai Sejak Masa Kehamilan. Dokter Wiyarni menyatakan, air susu ibu (ASI) merupakan sebuah nutrisi yang sempurna bagi anak baru lahir. Hal ini disebabkan saluran pencernaan anak yang baru lahir hanya dapat mengonsumsi makanan dalam bentuk cair hingga berusia 6 bulan.

Lantas, mengapa ASI lebih unggul dari pada susu formula. Ternyata, bayi akan memiliki berbagai risiko gangguan kesehatan apabila tidak mendapatkan ASI dalam jumlah yang cukup. Bayi akan mengalami peningkatan risiko untuk mengalami penyakit infeksi, seperti penyakit pencernaan, saluran napas, diare (hingga 14 kali lipat), obesitas, diabetes, kanker, dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang tidak dimiliki oleh susu formula. Lebih menakjubkan lagi, ibu yang mempunyai antibodi Covid-19 dapat menyalurkan antibodi tersebut ke bayi melalui ASI sehingga bayi mempunyai kekebalan terhadap infeksi Covid-19. Tak hanya risiko kepada bayi, ibu juga dapat memiliki risiko mengalami gangguan apabila tidak memberikan ASI secara langsung. Risikonya antara lain mengalami kanker payudara, leher rahim, obesitas, diabetes, gangguan jantung dan pembuluh darah, osteoporosis, dan lainnya. Menurut riset, ibu yang tidak memberikan ASI akan memiliki kemungkinan untuk mengalami migren berulang hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan ibu yang rutin memberikan ASI secara langsung kepada anaknya.

Setelah itu, rangkaian acara ini diakhiri dengan kegiatan senam ibu hamil yang dipimpin oleh Bidan Rosmini Sagala. Peserta acara yang mengikuti secara daring dipersilahkan untuk mengikuti gerakan senam yang dicontohkan oleh Bidan Ros sesuai dengan usia kehamilannya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Kelas Ibu Hamil, diharapkan para ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan anaknya agar buah hati dapat berkembang secara ideal-terutama dikalangan pegawai ASN dan non-ASN Kemenkes. Untuk kelas selanjutnya, penyelenggara berharap agar dapat mengajak Kementerian maupun lembaga lain agar dapat bersama-sama mempelajari cara hidup sehat bagi ibu dan anak.