Layout Website 3 Kolom
Kerjasama Global Fund Dengan Direktorat Kesehatan Keluarga

Sejak dilaporkan pertama kali pada tahun 1987 penularan penyakit HIVAIDS di Indonesia terus berlanjut menyebar ke semua provinsi, meskipun upaya pengendalian terus ditingkatkan. Seiring dengan itu, penemuan orang dengan HIV (ODHA) baru terus bertambah, demikian juga ODHA yang mendapat pengobatan.

Untuk upaya Pengendalian HIV-AIDS, Kementerian Kesehatan RI juga telah meyusun Rencana Aksi Nasional Pengendalian HIV-AIDS, yang untuk periode tahun 2015-2019, mempunyai tujuan umum: menghentikan epidemi AIDS di Indonesia pada tahun 2030. Tujuan umum tersebut diuraikan menjadi tiga tujuan khusus, yang dikenal juga sebagai "3 zeros", yaitu:

1. Menurunkan hingga meniadakan infeksi HIV baru.

2. Menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan berkaitan dengan AIDS.

3. Meniadakan diskriminasi terhadap ODHA.

Untuk menurunkan infeksi HIV baru di kelompok bayi dan menurunkan kematian terkait HIV, telah dilakukan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) dengan (a) penemuan kasus baru HIV di kalangan ibu hamil di klinik KIA, (b) dilanjutkan dengan pengobatan ARV bagi ibu dengan HIV, dan (c) diikuti dengan tes HIV terhadap bayi dari ibu dengan HIV, yang masih terbatas di kab./kota tertentu.

Karena pentingnya kegiatan PPIA bagi ibu hamil dan anak yang dilahirkan dari ibu dengan HIV, maka perlu dilakukan perluasan jangkauan pelayanan PPIA yang terintegrasi dengan pelayanan KIA ke lebih banyak kabkota, untuk memperluas pelayanan tes HIV kepada bumil, pengobatan ARV bagi bumil dengan HIV serta tes virologis HIV bagi bayi dari ibu dengan HIV.

Untuk mencapai tujuan tersebut, di samping terus meningkatkan pendanaan Pemerintah bersumber APBN maupun APBD, Pemerintah Indonesia menggalang dana dari Bantuan Luar Negeri (BLN) untuk penanggulangan HIV-AIDS. Bantuan Luar Negeri yang paling utama berasal dari GF ATM Komponen AIDS untuk periode 2016 - 2017 yang disebut kegiatan "Indonesia HIV Response: Accelerating the achievement of the "Three Zeros", dengan pola New Funding Model, NFM.

Bantuan tersebut antara lain digunakan untuk memperluas jangkauan integrasi pelayanan PPIA di klinik KIA tersebut.

II. GOAL, TUJUAN, WILAYAH KEGIATAN, HASIL, RENCANA, JADWAL, DAN BIAYA

1. Goal dan Tujuan Bantuan hibah GFATM untuk TBHIV ini disalurkan dengan goal dan tujuan sebagai berikut:

Goal bantuan hibah ini adalah:

1. Mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat HIV dan TB di 34 provinsi di Indonesia melalui penemuan infeksi HIV baru pada ibu hamil dan bayi yang dilahirkannya serta pengobatan bagi ibu dan anak dengan HIV.

Tujuan untuk mencapai goal tersebut adalah: 1. Diperluasnya pelayanan PPIA yang terintegrasi dengan KIA di tingkat kabupaten kota.

2. Terlaksananya bimbingan ke provinsi dan kabkota serta evaluasi kegiatan PPIA secara nasional

Wilayah Kegiatan : Kegiatan PPIA ini dilaksanakan di 34 provinsi dan 141 kab/kota dukungan GFAIDS

Hasil Kegiatan - Output dan Dampak Hasil /Output yang akan diperoleh adalah

a. Ter-updatenya 1 modul pelatihan PPIA b. Ter- updatenya 1 pedoman nasional PPIA/Kesehatan Reproduksi c. Terlaksananya Pelatihan PPIA bagi fasilitas kesehatan di 80 kab./kota d. Terlaksananya monitoring pelaksanaan PPIA ke 19 provinsi e. Terlaksananya evaluasi tahunan nasional

Diharapkan kegiatan tersebut memberi dampak berupa terlaksananya program PPIA di bagi klinik KIA dan HIV di kabkota layanan KIA dan HIV. 1. Tes HIV kepada 1,380,803 bumil di 2016 dan 1,668,470 bumil di 2017.

2. Pengobatan ARV bagi 2,850 bumil dengan HIV di 2016 dan 4,004 bumil di 2017. 3. Tes virologis HIV bagi 1,170 bayi dari ibu dengan HIV di 2016 dan 2,240 bayi di 2017.

4. Rencana Kegiatan, Jadwal dan Biaya Untuk mencapai tujuan tersebut kegiatan yang dilakukan disesuaikan dengan budget line (BL) anggaran yang tersedia adalah

5. Budget Line (BL) 83 - Update training module PMTCT, berupa rapat penyusunan atau update modul pelatihan PPIA (PMTCT), membahas bahan modul latihan PPIA yang perlu di-update.

Rapat dilakukan di tingkat pusat dengan peserta berasal dari lintas program dan lintas sektor terkait PPIA.

1. BL 84 - PMTCT training to health facilities/clinic staff or puskesmas and ART hospital in 93 district, berupa pelatihan bagi petugas fasilitas kesehatan dan RS ART tentang PPIA. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penularan HIV dari Ibu HIV ke bayi yang dilahirkannya. Anak. Kegiatan dilakukan di tingkat provinsi selama di 80 kab/kota, dari tiap kab/kota, yaitu dari RS dan dari fasilitas kesehatan lain atau puskesmas.

2. BL 85 - Update PMTCT/FP National guidelines for healthcare workers and community supporters for PLHIV, berupa rapat untuk update pedoman nasional PPIA/Keluarga Berencana untuk petugas kesehatan dan petugas penjangkau. Kegiatan dilakukan di tingkat pusat, dengan peserta berasal dari LP/LS, Organisasi Profesi, dan LSM terkait. Hasil rapat (Pedoman Nasional) akan digunakan untuk menyusun bahan pelatihan bagi petugas penjangkau (outreach workers) oleh LSM (yang tersedia di Budget Line 86-90 khususnya BL 88). 3. BL 93 - Annual national meeting on PMTCT, berupa rapat evaluasi nasional program PPIA, yang dilakukan di tingkat pusat, untuk mengevaluasi program PPIA. Peserta berasal dari 34 provinsi dan pusat.

4. BL 94 - Monitoring to PMTCT activities at ANC clinics, berupa kunjungan supervisi oleh SR Kesga ke puskesmas/klinik KIA fasyankes baik primer maupun rujukan di provinsi. Supervisi bertujuan untuk memonitor semua kegiatan PPIA di puskesmas/klinik KIA fasyankes primer dan rujukan. Penentuan lokasi di provinsi dilakukan berdasarkan kinerja atau permasalahan yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan program.

5. BL 180 - berupa Gaji untuk SR

6. BL 266 - berupa Gaji ke 13 untuk SR