Layout Website 3 Kolom
KELUARGA SEHAT PILAR UTAMA BANGSA YANG KUAT
Dipublikasikan Pada : Rabu, 04 April 2016,  Dibaca : 506 kali

Jakarta - Baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI menggelar acara akbar yang melibatkan seluruh stakeholder di bidang kesehatan yaitu Rapat Kesehatan Nasional (Rakerkesnas). Rakerkesnas merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan Kemenkes bagi seluruh stakeholder di bidang kesehatan. Tahun ini, tema yang diangkat dalam Rakerkesnas adalah Keluarga Sehat Pilar Utama Bangsa yang Kuat. Tidak seperti biasanya, Rakerkesnas 2016 diadakan dalam 2 gelombang, yaitu pada tanggal 29-31 Maret 2016 dan 4-6 April 2016. Bertempat di Menara Bidakara, Jakarta Selatan, kegiatan diikuti oleh lebih dari 2000 peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, Rumah Sakit dan Unit Pelaksana Teknis dari seluruh penjuru Indonesia yang terbagi menjadi 2 gelombang. Pembangunan kesehatan harus dilihat secara holistik dalam siklus hidup seseorang dalam continuum of care. Agar sumber daya dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien maka upaya tersebut harus diselenggarakan secara terintegrasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi. Sasaran difokuskan kepada keluarga melalui pendekatan keluarga. Tujuan dilakukannya pendekatan keluarga ini adalah untuk mengubah perilaku keluarga dan masyarakat khususnya dalam pengenalan diri terhadap risiko penyakit. Pendekatan keluarga ini merupakan pendekatan pelayanan integrasi antara Upaya Kesehatan Perorangan dengan Upaya Kesehatan Masyarakat. Menkes RI, Prof. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) mengungkapkan dalam sambutannya, Pendekatan keluarga diharapkan dapat meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif. Kegiatan Rakerkesnas 2016 sekaligus juga menjadi momentum dimulainya Riset Kesehatan Nasional 2016 yang akan dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia, yaitu Survey Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) yang akan dilakukan pada bulan Mei 2016 dan Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk deteksi dini Tumor Payudara dan Lesi Pra Kanker Serviks pada Juli 2016