Layout Website 3 Kolom
Kelas Ibu Untuk Generasi Sehat
Dipublikasikan Pada : Senin, 11 November 2019,  Dibaca : 405 kali

001 001 001

Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil menjadi penentu untuk menciptakan generasi yang sehat dan unggul. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mengurangi prevalensi anak dengan stunting. Kehamilan yang terencana dengan baik, mendapat pelayanan yang sesuai standar, terpenuhi kebutuhan nutrisi dan ketenangan batin serta anak yang terstimulasi dalam kandungan dengan dukungan dari suami, keluarga serta lingkungannya merupakan komponen yang tidak dapat terpisahkan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dan keluarga sebagaimana yang tercantum dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) mengenai perawatan kehamilan, persalinan, nifas, penyakit atau komplikasi saat hamil-bersalin dan nifas, perawatan pemeliharaan anak sakit sampai anak berusia 6 tahun. Direktorat Kesehatan Keluarga mengemasnya dalam pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke – 55 yang dilaksanakan serentak di 34 provinsi, pada tanggal 12 November 2019. Dalam kesempatan itu pula, dipilih 3 provinsi yang menjadi perwakilan untuk melakukan video conference dengan Menteri Kesehatan yaitu Provinsi Banten, Lampung dan Sulawesi Selatan.

Menkes memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan baik. “Saya berharap ilmu yang didapat dari pelaksanaan Kelas Ibu ini dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari dan penyelenggaraannya didukung oleh pemberi kebijakan di unit masing-masing agar dihasilkan ibu hamil yang sehat serta generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing”, ucap Menkes.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan capaian yang diperoleh pemerintahannya salah satunya terkait penurunan prevalensi stunting sampai dibawah 10 persen, karena pihaknya telah berkomitmen untuk mendorong kesehatan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Nurdin menambahkan, bahwa dirinya semakin optimis untuk mencapai SDM Indonesia yang unggul, karena APBD 2020 difokuskan ke arah tersebut.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Reihana mengatakan hal yang sama terkait Stunting, “Prevalensi Stunting di Provinsi Lampung mengalami penurunan dari 42% kasus menjadi 27% saat ini, kami harus lebih kerja keras lagi menurunkan stunting hingga 20%, Provinsi Lampung siap bersinergi dengan Kemenkes dalam melaksanakan program ke depan," ucap Reihana. Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita di dengan seminar kesehatan dan pemilihan tenaga kesehatan teladan.

Selanjutnya, Kepala Dinas Provinsi Banten M. Yusuf melaporkan, “Kelas Ibu Hamil dan Balita dilakukan di delapan kabupaten/kota, dalam rangka menurunkan stunting dan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB), Dinkes Banten telah melakukan berbagai kegiatan seperti roadshow Kelas Ibu Hamil dan Ibu Balita serta sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), kemudian inovasi lainnya yaitu pendampingan ibu hamil dan balita”, ujar Yusuf.

Setelah dialog berakhir, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita yang dibagi dalam dua kelas, Ibu Hamil dan Ibu Balita yang terdiri dari pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh masing-masing narasumber, tidak terkecuali untuk para ibu hamil yang melakukan senam ibu hamil pada sesi penutup.

Kelas Ibu merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang perlu dukungan dari semua pihak, kolaborasi yang baik dengan para pemangku kepentingan sampai ke tatanan keluarga menjadi modal dalam upaya menciptakan Generasi Sehat, Indonesia Unggul. (SP)