Layout Website 3 Kolom
Awas, Bahaya Tidur Sore Hari!
Dipublikasikan Pada : Jumat, 04 April 2019,  Dibaca : 145 kali

001 001 001

Mengutip dari salah satu tokoh psikologi humanistik, (Abraham Maslow), “Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia, disamping bernapas, makan, minum, kesehatan tempat tinggal, pakaian dan seksualitas”. Tidur merupakan proses universal yang terjadi pada setiap manusia dan mahluk hiudp lainnya, tidur sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional dan kesehatan, senada dengan hal itu, kitab suci umat Islam. Al – Qur’an menjelaskan bahwa “Kami jadikan tidurmu sebagai saat melepas lelah” (QS. An - Naba : 9), kemudian, menurut pakar kesehatan Kristen bernama Don Colbert M.D, salah satu rahasia hidup sehat dalam Alkitab (Injil) adalah tidur, namun dalam hal ini tentu tidur yang wajar dan proposional yang dimaksud, bukan tidur yang berlebihan.Tidur yang baik dan sehat juga sangat terkait dengan persoalan waktu, waktu tidka sekedar berkaitan dengan berapa lama waktu tidur, misalnya pagi, siang, sore, petang atau malam, atau secara lebih detail, jam berapa sebaiknya kita melakukan aktivitas tidur. Selama ini yang terjadi ketika kondisi fisik tubuh dalam keadaan capak atau lelah yang berakibat rasa kantuk, kita langsung mengambil posisi rebahan dan tertidur kapanpun kita mau, kalau itu yang menjadi kebiasaan sebaiknya mulai ditinggalkan, karena berdasarkan analisis dari berbagai sudut pandang, ternyata waktu tidur sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. Tidur yang dianjurkan, baik menurut agama, tradisi (budaya) dan kesehatan (medis), adalah selepas waktu Isya (kira-kira setelah Pkl 20.00) dan di sepanjang malam hingga waktu subuh (kira-kira jam 04.00). Bisa juga disiang hari antara jam 10.00 hngga jam 15.00, diluar waktu itu, tidur tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan efek yang tidak baik. Donna Arand, Ph.D., psikolog eksperimental di Pusat Gangguan Tidur Kettering di Dayton, Ohio, Amerika Serikat berpendapat bahwa sebaiknya menghindari tertidur antara pukul 4-6 sore. Mengapa?Sebab, hal ini bisa mempengaruhi waktu tidur dimalam hari, dimana setelah kita bangun dari tidur senja tersebut, yang sebenernya tidak terlalu lama dan belum cukup memadai dalam durasi waktu tidur yang wajar dan normal, sangat mungkin kita akan mengalami susah tidur pada malam harinya, padahal tidur yang paling baik adalah sepanjang malam hingga fajar menjelang. Dari sisi budaya cukup banyak tradisi, kultur di berbagai masyarakat Indonesia yang melarang tidur di sore hari atau menjelang maghrib, atau biasa dikenal dengan bahasa “pamali” yang berasal dari bahasa sunda yang berarti “larangan” atau “pantangan”. Selain tidur sore hari atau menjelang maghrib, efek negatif juga bisa ditimbulkan akibat tidur pagi hari, yakni setelah fajar antara pukul 5 hingga pukul 9 pagi, karena pada waktu tersebut dengan pola tidur yang baik, seharusya menjadi waktu yang tepat untuk mengawali rutinitas dengan jiwa ataupun raga yang lebih segar setelah beristirahat, dan menurut pandangan agama, pagi hari adalah saat dimana pintu rezeki yang melimpah dan berkah mulai terbuka, jadi pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk kita meraihnya. Jika tidur pagi hari merupakan hal yang tidak baik dan tidak dianjurkan, maka tidur di sore hari lebih tidak dianjurkan lagi, sejauh ini yang dialami sendiri oleh penulis saat dihadapkan pada posisi tersebut, setelah terbangun dari tidur saat petang bukannya membuat badan menjadi lebih fit dan segar, melainkan malah membuat pusing kepala dan cenderung tidak enak badan, kondisi tersebut beberapa kali dirasakan meskipun sebelum tidur, kondisi badan dalam keadaan fit dan normal-normal saja. So, bagi yang punya kebiasaan tidur sore dan telah merasakan dampak negatifnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sebaiknya segera merubah kebiasaan tersebut. Tidur sore bisa digantikan di waktu siang atau paling utama saat malam hari, keep healthy.