Layout Website 3 Kolom
PENTINGNYA BER KB PASCA PERSALINAN (KB-PP)
Dipublikasikan Pada : Senin, 03 March 2018,  Dibaca : 94 kali

Setiap kehamilan seharusnya direncanakan dan diinginkan. Namun pada kenyataannya banyak pasangan suami istri yang tidak dapat memenuhi kondisi tersebut. Oleh karena itu penting untuk merencanakan kehamilan dan menentukan jumlah anak dari sejak awal pernikahan melalui program Keluarga Berencana (KB).

Pengaturan jarak kehamilan dan perencanaan jumlah anak dapat dilakukan dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Salah satu tujuan ber KB untuk menghindari "empat terlalu", yaitu terlalu sering melahirkan (lebih dari 2 anak), terlalu dekat jarak antarkehamilan (kurang dari 2 tahun), usia terlalu muda saat hamil (kurang dari 20 tahun), dan usia terlalu tua saat hamil (lebih dari 35 tahun).

Salah satu program KB yang sedang digiatkan oleh Pemerintah adalah KB Pasca Persalinan (KB-PP) dimana metode kontrasepsi ini diterapkan segera setelah persalinan (0-42 hari setelah melahirkan). Dengan KB-PP seorang ibu lebih dimudahkan utuk mendapat pelayanan KB, karena pelayanan tersebut dapat diberikan sebelum ibu pulang dari fasilitas pelayanan kesehatan setelah melahirkan.

Penting bagi pasangan suami istri untuk memperoleh konseling KB Pasca Persalinan sejak masa kehamilan saat ibu mendapat pemeriksaan kehamilan, karena masih banyak pasangan yang kurang mengerti pentingnya KB-PP, sehingga diharapkan klien mendapat pelayanan KB segera setelah persalinan. Dengan ibu mendapat pelayanan KB-PP diharapkan ibu dapat menjaga jarak kehamilan dapat memberikan kesempatan untuk memulihkan kondisi rahim pasca melahirkan, pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dan lanjutannya hingga 2 tahun, serta ibu dapat memberikan perhatian kepada bayi secara optimal.

Ada beberapa metode KB Pasca Persalinan yang dapat dipilih oleh klien dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan klien, yaitu:

1 Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif, artinya bayi hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan ataupun minuman apa pun lainnya hingga usia 6 bulan.

2 Metode kondom (barier) adalah penggunaan selubung/sarung karet untuk menghalangi sperma masuk ke dalam rahim. Kondom dapat digunakan kapanpun, atau sebagai KB-PP sementara bila kontrasepsi lainnya harus ditunda

3 Metode kontrasepsi pil, merupakan metode kontrasepsi pil yang mengandung hormon. Jika ibu menyusui memilih metode kontrasepsi pil, sebaiknya menggunakan pil yang hanya mengandung hormon progesteron agar tidak mengganggu produksi ASI.

4 Metode kontrasepsi suntikan, merupakan metode kontrasepsi hormonal yang terdiri dari suntik 3 bulanan dan suntikan bulanan. Jika ibu menyusui memilih metode kontrasepsi suntikan, sebaiknya menggunakan suntikan yang hanya mengandung hormon progesteron agar tidak mengganggu produksi ASI.

5 Metode kontrasepsi implan yaitu alat kontrasepsi hormonal di bawah kulit.

6 Metode Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi yang dapat dipasang di dalam rahim. Saat ini, AKDR dapat dipasang segera (dalam 10 menit) setelah plasenta/ari-ari lahir. Selanjutnya, AKDR juga dapat dipasang dalam masa 10 menit – 48 jam pasca persalinan. Pemasangan segera setelah persalinan ini dapat menghindarkan ibu dari missed opportunity ber-KB.

7 Metode Operasi Wanita (MOW), merupakan metode permanen yang melibatkan prosedur pembedahan. Metode ini dapat dilaksanakan pada ibu yang yang tidak akan menginginkan lebih banyak anak

8 Metode Operasi Pria (MOP), merupakan metode permanen dan aman untuk suami. Metode ini dapat dilaksanakan pada suami yang tidak akan menginginkan lebih banyak anak

KB Pasca Persalinan dan Menyusui

Setiap ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak, salah satunya adalah ASI Eksklusif. Dengan KB pasca persalinan setiap ibu tetap dapat menyusui anaknya, karena banyak pilihan metode KB pasca persalinan yang tidak mengganggu produksi ASI. Beberapa alat dan obat kontrasepsi (Alokon) KB pasca persalinan yang tidak mengganggu produksi ASI adalah :

1. Non Hormonal

a. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Waktu pemasangan AKDR dibagi menjadi 2:

• Pasca plasenta: dipasang dalam waktu hingga 10 menit setelah plasenta lahir (pada persalinan normal) dan pada waktu operasi caesar (persalinan caesar)

• Pasca persalinan: dipasang antara 10-48 jam pasca persalinan atau dipasang antara 4 – 6 minggu setelah melahirkan

b. Metode Operasi Wanita (MOW). Dapat segera dilakukan pada persalinan Caesar dan untuk persalinan normal dapat dilakukan dalam waktu 48 jam pasca persalinan atau ditunda hingga 4-6 minggu pasca persalinan.

c. Metode Operasi Pria (MOP). Dapat dilakukan kapan saja.

d. Kondom. Memerlukan penggunaan secara benar dalam setiap aktivitas seksual untuk mencapai efektivitas maksimal. Kondom bukan hanya alat kontrasepsi KB tapi juga dapat mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS) pada saat berhubungan seksual.

2. Hormonal

a. Implan (progestin saja). Merupakan batang atau kapsul lunak kecil yang diletakkan tepat di bawah kulit lengan atas dan dapat memberikan perlindungan jangka pajang terhadap kehamilan (efektif untuk 3 hingga 7 tahun). Implan aman digunakan selama masa laktasi dapat dipasang minimal 4 minggu pasca persalinan.

b. Suntikan (progestin saja). Merupakan suntikan per 3 bulan dan aman untuk ibu menyusui setelah 6 minggu pasca persalinan.

c. Mini pil (progestin saja). Dapat diberikan pada ibu menyusui 6 minggu pasca persalinan. Mini pil ini tidak disediakan oleh Pemerintah.

Tidak perlu ada keraguan lagi bagi para ibu untuk ber KB pasca persalinan karena aman bagi ibu dan kelangsungan pemberian ASI, mendukung pemulihan kesehatan ibu, serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi ibu untuk mencurahkan kasih sayang dan perhatian kepada anak dan suami.

Segerakanlah sesuatu yang baik, begitu bunyi sebuah pepatah, sama halnya dengan KB Pasca Persalinan, segerakanlah mendapat pelayanan KB setelah persalinan agar banyak manfaat yang didapat bagi ibu, anak dan keluarga.