Layout Website 3 Kolom
PELAYANAN KESEHATAN MASA SEBELUM HAMIL
Dipublikasikan Pada : Kamis, 01 January 2018,  Dibaca : 320 kali

Sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah kesehatan reproduksi yang ditandai dengan masih tingginya angka pernikahan dan kehamilan pada kelompok remaja. Riskesdas 2013 menunjukkan sebanyak 2,6% perempuan menikah pertama kali pada usia kurang dari 15 tahun, dan 23,9% perempuan menikah pada usia 15-19 tahun. Tingginya angka pernikahan dan kehamilan yang terlalu muda tersebut menunjukkan masih rendahnya status kesehatan reproduksi perempuan di negeri ini. Hal ini disertai pula dengan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada perempuan antara lain Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, dan HIV.

Berbagai permasalahan kesehatan tersebut akan berdampak pada status kesehatan ibu hamil dan janinnya jika kondisi tersebut tidak ditangani terlebih dahulu. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesehatan pada masa sebelum hamil, seperti yang diamanatkan Permenkes Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual.

Pelayanan kesehatan masa sebelum hamil merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan pada perempuan sejak masa remaja hingga saat sebelum hamil dalam rangka menyiapkan perempuan dalam menjalani kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi yang sehat. Selain ditujukan untuk perempuan, pelayanan kesehatan masa sebelum hamil juga ditujukan kepada laki-laki, karena kesehatan reproduksi laki-laki juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi perempuan. Pelayanan kesehatan masa sebelum hamil ditujukan pada tiga kelompok sasaran, yaitu remaja, pasangan calon pengantin (catin), dan pasangan usia subur (PUS).

Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil Pada Masa Remaja

Pada kelompok remaja, pelayanan kesehatan masa sebelum hamil ditujukan untuk mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa yang sehat, produktif, serta terbebas dari berbagai gangguan kesehatan yang dapat menghambat kemampuan menjalani kehidupan reproduksi secara sehat. Jenis pelayanan kesehatan masa sebelum hamil yang diberikan pada remaja antara lain:

1. Anamnesis

Selain anamnesis secara umum, pada remaja juga dilakukan anamnesis HEADSSS (Home, Education, Eating, Activity, Drugs, Sexuality, Safety, dan Suicide). Melalui anamnesis HEADSSS diharapkan permasalahan yang dialami remaja dapat dideteksi. Selain itu juga dilakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa jika ada indikasi.

2. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik yang dilakukan antara lain pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan status gizi, dan pemeriksaan fisik lengkap sesuai indikasi.

3. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang untuk remaja meliputi pemeriksaan darah (golongan darah dan kadar hemoglobin/Hb), pemeriksaan urin, dan pemeriksaan lainnya berdasarkan indikasi.

4. Tatalaksana

Tatalaksana pelayanan kesehatan masa sebelum hamil pada remaja lebih ditekankan pada pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Materi KIE yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhahan remaja tersebut, antara lain keterampilan psikososial, pola makan gizi seimbang, aktivitas fisik, pubertas, aktivitas seksual, penyalahgunaan NAPZA, dan sebagainya. Remaja juga perlu mendapatkan pelayanan gizi yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi anemia yang dilaksanakan dengan pemberian tablet tambah darah (TTD). Selain suplementasi gizi, remaja juga membutuhkan imunisasi untuk pencegahan penyakit, baik imunisasi yang bersifat rutin maupun imunisasi yang diberikan karena keadaan khusus.

Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil Pada Pasangan Calon Pengantin (Catin) dan Pasangan Usia Subur (PUS)

Pelayanan kesehatan masa sebelum hamil pada pasangan catin dan PUS bertujuan untuk mempersiapkan pasangan agar sehat sehingga perempuan dapat menjalankan proses kehamilan, persalinan yang sehat dan selamat, serta melahirkan bayi yang sehat. Jenis pelayanan kesehatan masa sebelum hamil yang diberikan pada pasangan catin dan PUS antara lain:

1. Anamnesis

Anamnesis yang dilakukan pada catin dan PUS sama, yaitu anamnesis umum dan pemeriksaan kesehatan jiwa atas indikasi.

2. Pemeriksaan fisik

Sama halnya dengan anamnesis, pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk pasangan catin dan PUS juga sama, yaitu pemeriksaan tanda vital, status gizi (penentuan indeks massa tubuh/IMT dan pengukuran lingkar lengan atas/LiLA), serta pemeriksaan fisik lengkap.

3. Pemeriksaan penunjang

Pada pasangan catin, pemeriksaan penunjang yang dilakukan antara lain pemeriksaan darah (golongan darah dan kadar hemoglobin/Hb), urin rutin, dan pemeriksaan penunjang lain atas indikasi. Untuk pasangan catin yang pernah menikah sebelumnya juga diperlukan pemeriksaan IVA atau pap smear. Pemeriksaan penunjang untuk PUS sama dengan pemeriksaan yang dilakukan pada catin dan ditambah dengan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga medis).

4. Tatalaksana

Tatalaksana pelayanan kesehatan masa sebelum hamil pada catin dan PUS terdiri dari KIE, pelayanan gizi berupa pemberian TTD, skrining dan imunisasi tetanus toxoid (TT). Materi KIE yang dapat diberikan pada catin dan PUS antara lain materi kesehatan reproduksi, kehamilan dan perencanaan kehamilan, kondisi dan penyakit yang perlu diwaspadai, kesehatan jiwa, pengetahuan tentang fertilitas, kesetaraan gender, dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pada PUS, tatalaksana ditambah dengan pelayanan kontrasepsi. Pelayanan kontrasepsi mengacu pada pemilihan kontrasepsi rasional untuk menunda, menjarangkan, atau membatasi jumlah anak. PUS dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan setelah mendapat konseling pelayanan kontrasepsi.

Dengan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, diharapkan setiap laki-laki dan perempuan dapat merencanakan dan mempersiapkan kehamilan dan persalinan yang sehat dan selamat serta memperoleh bayi yang sehat. Untuk itu, diperlukan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil yang optimal, serta diperlukan adanya koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas, dan Lintas Sektor untuk mewujudkan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil yang berkualitas.