Layout Website 3 Kolom
PELATIHAN PELATIH (TOT) PELAYANAN KESEHATAN USIA SEKOLAH DAN REMAJA TAHUN 2017
Dipublikasikan Pada : Selasa, 07 July 2017,  Dibaca : 89 kali

Untuk peningkatan upaya kesehatan usia sekolah dan remaja dalam rangkaian kesehatan keluarga dan mendukung produktivitas negara antara lain melalui intervensi kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui pendekatan UKS dan PKPR. UKS dilaksanakan pada anak usia 6-18 tahun yang berada di sekolah baik sekolah formal maupun non formal. UKS dilaksanakan bersama oleh sektor kesehatan, pendidikan, agama dan pemerintah daerah (kesra) yang diikat dengan Peraturan Bersama 4 Menteri tahun 2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan UKS/M. UKS dilaksanakan melalui 3 program pokok yang disebut TRIAS UKS yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Penjaringan Kesehatan merupakan bagian dari Pelayanan Kesehatan dalam upaya preventif. Untuk remaja usia 10-19 tahun baik yang berada di sekolah maupun di luar sekolah juga mendapat pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dengan layanan khusus konseling, KIE, dan pemberdayaan remaja menjadi konselor sebaya. PKPR dilaksanakan tidak hanya di dalam gedung Puskesmas tetapi juga di luar gedung puskesmas seperti di rumah singgah, panti, lapas dan sekolah. Ketika petugas puskesmas ke sekolah maka petugas menggunakan kendaraan UKS. Dengan demikian, UKS dan PKPR merupakan satu kesatuan sehingga pengelola program UKS dan PKPR harus bekerjasama dan berkoordinasi.

Dalam rangka mengintegrasikan pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja maka diperlukan pelatihan terintegrasi kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Dalam upaya penyelenggaraan pelatihan tersebut maka sebelumnya diperlukan pelatihan pelatih (ToT) pelatihan terintegrasi kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Pelatihan Pelatih Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 27 Februari – 10 Maret 2017 di Hotel Maharani, Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Peserta yang diundang sejumlah 57 orang, 12 orang peserta pusat dan 45 peserta daerah yang berasal dari 9 Provinsi (Aceh, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan). Peserta daerah yang hadir berjumlah 45 orang berasal dari 9 Provinsi. Peserta pusat yang hadir berjumlah 10 orang. Keikutsertaan peserta dalam seluruh rangkaian acara Pelatihan sebesar 99,25% (absen 0,75%). Selama pelaksanaan pelatihan, peserta berpartisipasi secara aktif, terlihat dari semangat peserta memberikan kontribusi yang sangat konstruktif berupa masukan atau koreksi.

Dalam rangkaian pelatihan tersebut, dilaksanakan praktek lapangan. Praktek lapangan penjaringan kesehatan dilaksanakan ke 2 SLB (YPAC dan Wimar Asih), 1 Panti (PSBR Taruna Jaya) dan 1 SMP (SMPN 239 Jakarta). Sedangkan untuk praktek lapangan MTPKR dan Konseling/KIE dilaksanakan ke tiga puskesmas yaitu: Puskesmas Cilandak, Puskesmas Keb. Baru, dan Puskesmas Pancoran. Peserta yang mengikuti Pelatihan Pelatih (TOT) Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja tahun 2017, akan mendapatkan sertifikat yang akan dikirimkan setelah pelatihan. Peserta yang telah mengikuti pelatihan, nantinya akan menjadi pelatih dalam pelatihan petugas yang diadakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga diharapkan tahun depan masing-masing daerah sudah dapat melaksanakan pelatihan terintegrasi. Dengan menerapkan kompetensi yang dihasilkan dari pelatihan pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja terintegrasi, maka petugas dapat melaksanakan amanah Permenkes nomor 25 tahun 2014 yang mewajibkan pelayanan UKS dan PKPR di Puskesmas serta turut melaksanakan RPJMN dan Rentra untuk mencapai target kesehatan usia sekolah dan remaja (Penjaringan Kesehatan kelas 1, 7, 10 dan Puskesmas menyelenggarakan kegiatan kesehatan remaja).