Layout Website 3 Kolom
TOT Pelayanan Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah : Melatih Sang Pelatih
Dipublikasikan Pada : Rabu, 03 March 2017,  Dibaca : 2120 kali

Jakarta, Maret 2017. Training of Trainer (TOT), begitu potongan judul kegiatan ini. Dilihat dari judulnya, mungkin yang terlintas dalam bayangan kita adalah suatu pelatihan yang serius, menegangkan dan penuh tanggung jawab, mengingat bahwa yang dilatih adalah calon pelatih. Namun tidak demikian yang terjadi pada TOT pelayanan Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah. Suasana cair dan kekeluargaan justru muncul di sepanjang pelatihan. Bahkan peserta dapat sedemikian luwes menghadapi balita-coba dalam penilaian perkembangan dengan formulir SDIDTK.

TOT Pelayanan Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2017 – 17 Maret 2017 di hotel Best Western Cawang, Jakarta Timur melibatkan 24 peserta dari 6 provinsi. Pelatihan ini mencakup materi MTBS, imunisasi, gizi balita, pengisian kohort bayi, balita dan anak prasekolah, cara penyampaian KIE serta penilaiaan tumbuh kembang anak (SDIDTK). Dengan materi yang sedemikian banyak, tidak heran jika waktu yang dibutuhkan juga cukup panjang dibandingkan dengan pelatihan lain sejenis. Pelatihan ini bersifat integratif, artinya satu materi dikaitkan dengan materi yang lain. Program kesehatan yang satu dikaitkan dengan program kesehatan lainnya. Harapannya, pelaksana di lapangan yang akan dilatih oleh fasilitator provinsi hasil luaran pelatihan ini, dapat melihat program kesehatan dengan lebih komprehensif. Dengan sudut pandang yang lebih komprehensif, tentunya pelayanan kesehatan balita bisa lebih baik.

Ada hal baru yang menarik pada pelatihan kali ini, yaitu materi pelatihan berupa pengenalan aplikasi PRIMA. PRIMA adalah aplikasi penilaian tumbuh kembang balita dan anak pra sekolah berbasis android yang dikembangkan oleh IDAI. Melihat jumlah pengguna smartphone dengan platform android yang besar, IDAI tergugah untuk mengembangkan aplikasi PRIMA ini. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui play store, terbagi menjadi 2 status pengguna, “Dokter” dan “Orangtua”. Bagi orangtua, kader, dan tenaga kesehatan yang bukan dokter spesialis anak, dapat menggunakan aplikasi ini dalam status “Orangtua”. Aplikasi ini memiliki fitur pemantauan pertumbuhan dengan mengisi form hasil pemeriksaan tinggi dan berat badan yang hasilnya dapat dilihat dalam grafik pertumbuhan. Sedangkan pemantauan perkembangan, dilakukan dengan menjawab pertanyaan yang ada pada fitur pemantauan perkembangan sesuai usia anak. Hasilnya dapat langsung dilihat apakah anak yang dipantau mengalami penyimpangan atau tidak. Aplikasi ini memudahkan tenaga kesehatan dan orangtua untuk memantau perkembangan anaknya. Bila ada gangguan pertumbuhan atau penyimpangan perkembangan, dapat dideteksi secara dini dan mandiri oleh orang tua. Dengan demikian intervensi dapat dilakukan secara dini pula. Tidak hanya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, aplikasi ini juga berisi pemantauan status imunisasi dan bahan edukasi bagi orang tua.

Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Kasubdit Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah bahwa di tahun 2025-2035 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karenanya balita yang ada saat ini harus dipersiapkan kualitasnya. Salah satunya dengan melakukan stimulasi pada balita agar perkembangannya optimal. Perkembangan motorik, kognitif, bahasa dan bicara, serta kemandirian harus berkembang sesuai potensi yang dimiliki masing masing balita. Kemampuan ini yang akan menjadi modal mereka berkompetisi dan membangun bangsa di masa depan. Selain itu, deteksi dini terhadap penyimpangan perkembangan dan pertumbuhan balita diikuti dengan intervensi dini sesuai penyimpangan yang ada. Dengan demikian, penyimpangan perkembangan yang terjadi dapat ditangani sedini mungkin dan mengoptimakan tumbuh kembang selanjutnya. Hal ini semua terangkum dalam materi SDIDTK (stimulasi deteksi intervensi dini tumbh kembang). (sm/up/win)