Layout Website 3 Kolom
Bersama Mahasiswa, Menuju Ibu dan Balita Sehat
Dipublikasikan Pada : Senin, 02 February 2017,  Dibaca : 357 kali

Kesehatan keluarga, khususnya kesehatan ibu hamil dan balita masih menjadi prioritas utama program kesehatan karena memiliki daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia. Untuk menjangkau sasaran ibu hamil dan balita yang jumlahnya tidak sebanding dengan proporsi tenaga kesehatan yang tersedia saat ini, salah satu strategi yang dicanangkan Kementerian Kesehatan adalah dengan melibatkan institusi pendidikan kesehatan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya kesehatan.

Dimulai sejak tahun 2011 melalui pembentukan Konsorsium Kesehatan Ibu Anak dan Gizi, kerjasama ini menyiapkan mahasiswa sebagai kader kesehatan dalam upaya pendampingan ibu baik ibu hamil maupun ibu yang mempunyai balita. Terdapat tujuh provinsi yang menjadi daerah intervensi, yaitu Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Banten , Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Dasar penetapan daerah-daerah tersebut adalah kombinasi antara cakupan imunisasi yang rendah serta angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, dengan animo dan ketersediaan sumber daya di Dinas Kesehatan dan perguruan tinggi, untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan kegiatan ini.

Pada tahun ini, sebanyak 40 orang mahasiswa kebidanan semester 3, Politeknik Kesehatan Kemenkes di Surabaya menjadi salah satu kelompok penerima pembekalan untuk dapat mendampingi ibu hamil dan ibu yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun. Tim pemberi materi berasal merupakan dari tim pusat (Kementeria Kesehatan) dan daerah (Dinas Kesehatan Provinsi jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan Politeknik Kesehatan Surabaya).

Selama tiga hari para mahasiswa ini mendapat pembekalan mengenai buku KIA sebagai panduan kegiatan pendampingan. Dibahas isi buku dan manfaatnya sehingga para mahasiswa dapat membantu pelayanan KIA sederhana seperti perawatan ibu nifas, penanganan diare ringan pada anak, melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, disamping memperkenalkan buku KIA sehingga ibu yang menjadi sasaran sehingga dapat memahami dan memanfaatkan buku KIA secara optimal di tingkat keluarga. Permainan peran yang diberikan saat pembekalan membantu para mahasiswa menghadapi dinamika di masyarakat, walaupun contoh-contoh kasus yang diperankan bukan merupakan hal baru bagi mereka.

Pendampingan di lapangan akan dilakukan sebanyak 16 kali, satu kali seminggu, berlokasi di wilayah binaan Puskesmas Pacar Keling, Kota Surabaya, setelah sebelumnya dilakukan orientasi kader dan pertemuan sosialisasi. Untuk memastikan kualitas pendampingan ibu, gabungan tim pusat dan daerah juga melakukan monitoring, bahkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes melakukan kajian dampak kegiatan pendampingan ini.

Mengingat provinsi Jawa Timur termasuk dalam lima besar penyumbang kematian ibu dan bayi di negara ini, kegiatan pemberdayaan mahasiswa kesehatan ini diharapkan dapat menguatkan sistem kesehatan yang sudah ada. Lebih jauh, para mahasiswa yang terlibat akan memiliki kompetensi dan kepercayaan diri yang lebih baik sehingga menjadi lebih siap saat turun ke masyarakat.