Layout Website 3 Kolom
Evaluasi Akselerasi Pelaksaan UKS
Dipublikasikan Pada : Selasa, 06 June 2016,  Dibaca : 745 kali

Berdasarkan proyeksi penduduk yang dikeluarkan oleh BPS menunjukan bahwa pada tahun 2035, Indonesia akan mendapatkan Bonus Demografi, yaitu jumlah usia produktif lebih besar dibandingkan dengan usia anak dan lansia. Usia produktif pada tahun 2035 tersebut merupakan mereka yang saat ini menjadi anak usia sekolah dan remaja, sehingga intervensi pada mereka saat ini merupakan investasi bagi kita dimasa yang akan datang. Bonus demografi tersebut dapat menjadi pendongkrak tingkat kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan Indonesia namun juga dapat menjadi pemicu masalah bila tidak diintervensi dengan baik sejak mereka masih menjadi anak usia sekolah dan remaja.

Usaha Kesehatan Sekolah bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal menjadi manusia indonesia seutuhnya.

Berbagai hasil riset atau survey seperti Riskesdas dan SDKI serta penelitian lainnya menunjukan bahwa lebih dari 26% anak usia 5-14 tahun dan lebih dari 18% anak usia 15-24 tahun menderita anemia, lebih dari 30% anak usia sekolah dan remaja pendek, lebih dari 10% nya kurus dan sekitar 2,5%nya mengalami kegemukan. Sementara itu masalah lain terkait kesehatan reproduksi dan perilaku beresiko menunjukan bahwa 3,3% remaja anak usia 15-19 tahun mengidap AIDS, hanya 9,9% perempuan dan 10,6% laki-laki usia 15-19 tahun memiliki pengetahuan komprehensif mengenai HIV AIDS, sebanyak 0,7% remaja perempuan dan 4,5% remaja laki-laki pernah melakukan hubungan seksual pranikah.

Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukan bahwa sebagian besar dari anak usia sekolah dan remaja berada di sekolah (APM SD/MI 92%, SMP/MTs 70% dan SMA/SMKMA 50%) sehingga intervensi kesehatan akan efektif dilakukan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan langkah yang sangat strategis mengingat sasaran program berada dalam suatu institusi.

UKS merupakan wadah untuk berbagai program seperti peningkatan gizi, kesehatan reproduksi, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, pengendalian penyakit, pencegahan kekerasan, penyehatan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat dan lain–lain. Berbagai program tersebut dibawah koordinasi UKS lebih efektif dan efisien.

Telah cukup tersedia dasar pelaksanaan UKS, salah satunya adalah Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 79 yang berbunyi : Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pada Pasal 3 menyatakan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Selain itu kita juga telah memiliki Peraturan Bersama 4 (empat) Menteri; Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama; Tahun 2014 tentang Pelaksanaan dan Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah yang menjadi dasar lintas kementerian dan SKPD dari berbagai daeraah untuk melaksanakan kegiatan terkait kesehatan sekolah.

Dalam waktu dekat akan diterbitkan PP tentang kesehatan sekolah yang akan memayungi lintas sektor dalam melaksanakan amanah untuk meningkatkan kesehatan sekolah. Masukan Saudara terhadap rancangan PP diharapkan untuk menyempurnakan rancangan lebih konkrit.

Pertemuan ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk kita dapat mengevaluasi pelaksanaan akselerasi UKS di daerah menentukan rencana tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan inovatif terkait kesehatan sekolah. Hasil evaluasi dan rencana tindak lanjut kegiatan inovatif tersebut bisa menjadi bekal dan umpan balik pusat dan provinsi untuk terus pelaksanaan dan pembinaan UKS sehingga pada akhirnya kita dapat mewujudkan generasi sehat, cerdas, mandiri dan berdaya saing tinggi pada masa yang akan datang.

Sehubungan itu, mulailah menyepakati aksi konkrit terhadap pelaksanaan isu tersebut diatas, buatlah komitmen yang konkrit dan terukur. Komitmen saudara akan kami laporkan kepada pimpinan untuk selanjutnya dapat segera dipantau kemajuannya.