Layout Website 3 Kolom
Bakti Sosial untuk kesehatan Lanjut Usia
Dipublikasikan Pada : Kamis, 06 June 2016,  Dibaca : 405 kali

Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan. Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia ditujukan untuk menjaga agar para Lanjut Usia tetap sehat dan produktif secara sosial dan ekonomi sehingga Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok Lanjut Usia untuk tetap dapat hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomi.

Jumlah penduduk Lanjut Usia terus akan meningkat, sebagai dampak keberhasilan pembangunan kesehatan, yaitu terjadinya penurunan angka kelahiran, angka kesakitan dan angka kematian, serta peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia. Umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia meningkat dari 67,8 tahun pada periode tahun 2005, menjadi 70,8 tahun pada tahun 2015 (BPS, 2015) dan tahun 2030-2035 diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 72,2 tahun. Sehingga persentase penduduk Lanjut Usia terhadap total penduduk diproyeksikan juga akan meningkat. Susenas tahun 2014 menyebutkan jumlah Lanjut Usia mencapai 20,24 juta jiwa, atau setara dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia tahun 2014. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 29,1 juta pada tahun 2020 dan 36 juta pada tahun 2025 (proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional).

Saat ini, derajat kesehatan Lanjut Usia relatif cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari angka Kesakitan Lansia pada tahun 2014 sebesar 25,05% yang menunjukkan bahwa hanya satu dari empat Lansia yang mengalami sakit (Susenas, 2014). Untuk terus meningkatkan derajat kesehatan Lanjut Usia perlu dilakukan upaya peningkatan, pembinaan dan pelayanan kesehatan Lanjut Usia. Namun yang lebih penting adalah peningkatan upaya promotif dan preventif. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi sehat selama mungkin pada Lanjut Usia sehingga memiliki kualitas hidup yang baik, aktif dan produktif. Selain itu, perlu diupayakan pemberdayaan peran dan potensi para Lanjut Usia secara optimal dalam meningkatkan kesehatan keluarga serta masyarakat.

Salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat Lanjut Usia adalah pencanangan tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sejak tahun 1996. Peringatan HLUN ini merupakan momen yang sangat strategis untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap Lanjut Usia dengan cara melakukan kampanye mengenai kesejahteraan dan kesehatan Lanjut Usia. Kementerian Kesehatan turut berpartisipasi dengan mengadakan bakti sosial untuk kesehatan Lansia, yang merupakan kegiatan dalam rangka mendukung acara puncak peringatan HLUN tersebut. Bakti sosial ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial sebagai yang mengkoordinasikan peringatan HLUN ke-20. Pada bakti sosial untuk kesehatan Lanjut Usia ini akan diadakan senam massal Lansia, pemeriksaan dan deteksi dini gangguan mental, Pojok Konseling, pemeriksaan dan stimulasi kognitif serta deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).