Layout Website 3 Kolom
Workshop Kesehatan Lanjut Usia - Launching RAN Kesehatan Lanjut Usia
Dipublikasikan Pada : Rabu, 06 June 2016,  Dibaca : 797 kali

Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan jumlah Puskesmas Santun Lanjut Usia serta pembentukan dan pembinaan kelompok Lanjut Usia belum sesuai dengan harapan, dengan penyebaran yang tidak merata. Penyebabnya antara lain adalah karena kesehatan Lansia hanya merupakan salah satu program pengembangan di Puskesmas dan dalam pelaksanaannya di era otonomi daerah, dukungan berupa dasar hukum yang memadai antara lain peraturan daerah, peraturan Gubernur, Bupati/Walikota, dan sebagainya belum maksimal. Penguatan dasar hukum ini sangat dibutuhkan untuk mendapatkan dukungan anggaran yang memadai baik melalui APBD Provinsi, maupun dari APBD Kabupaten/Kota. Selain itu, jejaring kemitraan pelayanan kesehatan lanjut usia belum terbentuk di semua Kabupaten/Kota, sementara jejaring kemitraan yang sudah ada pada kenyataanya belum semuanya berfungsi dengan baik

Atas dasar hal tersebut di atas, maka disusunlah Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lanjut Usia agar pembinaan dan pelayanan kesehatan terhadap usia lanjut dapat direalisasikan sesuai harapan dengan memuat langkah-langkah konkrit yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. RAN yang telah tersusun dengan melibatkan berbagai pihak terkait dan dengan mengerahkan energi, waktu dan biaya yang tidak sedikit, harus dipastikan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga tujuan penyusunan RAN ini dapat tercapai dengan optimal dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Lansia pada khususnya dan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Fokus kebijakan Kementerian Kesehatan RI Periode 2015–2019 adalah penguatan Pelayanan Kesehatan Primer. Prioritas ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer. Penguatan pelayanan kesehatan primer mencakup tiga hal, antara lain komponen Fisik (pembenahan infrastruktur), Sarana (pembenahan fasilitas), dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan).

Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan upaya preventif melalui pendidikan kesehatan, konseling serta skrining (penapisan). Akan sangat berdaya ungkit bila desa-desa mendapatkan sentuhan pelayanan kesehatan yang maksimal dan program pemberdayaan lansia dikembangkan, sehingga dapat tercipta Desa Ramah Lansia yang kemudian menjadi Kecamatan Ramah Lansia, Kabupaten/Kota Ramah Lansia dan Provinsi Ramah Lansia sehingga suatu saat bangsa Indonesia merupakan Bangsa yang Ramah Lansia. Oleh karena itu diperlukan proyek percontohan/pilot project penerapan RAN dalam skala tingkat Kabupaten/Kota secara terfokus, untuk nantinya dapat dijadikan sebagai model yang dapat di-replikasi atau menjadi inspirasi untuk daerah lainnya dalam melaksanakan RAN Kesehatan Lansia.