Layout Website 3 Kolom
Peluncuran Buku Kesehatan Ibu dan Anak 2015
Dipublikasikan Pada : Rabu, 04 April 2016,  Dibaca : 1484 kali

Jakarta - Bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia (PID) di Lapangan Silang Monas, dilaksanakan Peluncuran buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) revisi tahun 2015 oleh Menteri kesehatan RI dr Nila F. Moeloek, SpM (K) yang diterima secara simbolis oleh Ketua PKK DKI Jakarta, Veronika Tan. Peluncuran buku KIA ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan ke masyarakat betapa pentingnya buku KIA ini. Buku KIA revisi 2015 yang telah dikembangkan sejak tahun 1997 ini mengalami banyak kemajuan, diantaranya memperpanjang masa penggunaan. Dari yang sebelumnya digunakan sejak ibu hamil hingga anak berusia 5 tahun, menjadi digunakan sampai anak 6 tahun yang teritegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu buku KIA ini menginformasikan lebih banyak tentang hak pelayanan kesehatan yang diperoleh ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan anak usia 29 hari-6 tahun terkait kesehatan ibu dan anak, imunisasi dan gizi termasuk penentuan status gizi dan Stimulasi Intervensi Dini Tumbuh Kembang serta penambahan jenis pelayanan imunisasi seperti imunisasi Hib dan IPV. Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA dr Anung Sugihantono, MKes mengatakan bahwa ke depan buku KIA ini akan digunakan sebagai persyaratan mendaftar ke PAUD atau SD. Pada akhirnya pemerintah akan memastikan semua pencatatan Imunisasi dan atau pelayanan kesehatan anak harus dicatat di Buku KIA. Seluruh anak Indonesia harus memiliki buku KIA sebagai catatan kesehatan termasuk imunisasi sampai umur 6 tahun. Selain itu seluruh orang tua dan keluarga diharapkan melengkapi imunisasi anak mereka agar seluruh anak Indonesia terbebas dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah lewat imunisasi. Imunisasi dasar lengkap dapat melindungi anak dari wabah, kecacatan dan kematian. Imunisasi tersedia di Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu bahkan sampai di Posyandu anak-anak mendapatkan imunisasi secara gratis. Jakarta - Rangkaian kegiatan PID ini salahsatunya adalah jalan sehat bersama keluarga yang diikuti oleh 5000 peserta terdiri dari berbagai komunitas anak sekolah, perawat, orangtua peduli anak dan pengunjung Monas.